>Berubah atau Punah adalah sebuah Pilihan

> Di Bandara Cengkareng, selagi menunggu Delay pesawat, saya baca Judul ini, di majalah Marketeers, ulasan dari Markplus, tidak saya baca dengan detail memang karena majalahnya masih dibaca penunggu lainnya. Cukup menarik, mengingat banyak Perusahan yang sudah sejak lama menggaungkan perubahan, masih ingat kan, Indonesia mengalami krisis moneter di Thn 1998 dan dilanjutkan dgn krisis ekonomi global satu tahun terakhir ini, adalah momen yang cukup menyadarkan akan perlunya atau “urgensi” dari suatu perubahan. Banyak perusahaan yang berguguran atau kolaps krn hal ini tapi tidak sedikit pula yang berhasil beradaptasi dan survive.

Berubah bukanlah hal penting, tapi Hal yang Terpenting, begitu kira-kira kesimpulan saya, terpikir begitu saja, kenapa? ….hukum alam saja mengajarkan kita akan perubahan, secara dramatis mulai dari Adam dan Hawa turun di dunia, hingga saat ini, dimana saya masih bisa menulis artikel ini, sudah banyak perubahan Radikal terjadi bukan?

“Change is The only evidence of life” ujar Evelyn Waugh, ada benarnya, Mulai kita dilahirkan sbg bayi yang bisanya hanya menangis hingga kita dewasa, dan tua kemudian akhirnya akan mati juga hmm….. satu bukti bahwa kita sedang terlibat dalam proses perubahan, sekaligus bukti adanya kehidupan….dan apa yang terjadi andaikan kita melawan irama kehidupan ini? ingat kata Michail GorbachevKita semua adalah Produk Waktu” karena…hari Esok akan berubah dengan sangat cepat….

Ketika Krisis Ekonomi Global mendera, Hampir tidak ada satupun Negara yang terkena imbas dari krisis ini, Amerika sebagai Negara adidaya saja terimbas besar oleh krisis ini dgn meningkatnya jumlah Pemutusan hubungan Kerja (PHK), di thn 2007 kehilangan 4,4 jt lapangan kerja dan di thn 2008 kehilangan 2,6 jt lapangan kerja bahkan pada akhir th 2008 ekonomi Amerika tumbuh negatif 6,1% (http://jurnal-ekonomi.org/2009) hal yang sama juga dialami negara lain, Inggeris, Jepang, Perancis dan Negara lainnya… apa dan bagaimana bentuk krisisnya, bila ingin memperdalam silahkan baca di Wikipedia, semua artikel, pengaruh, dan cara antisipasinya lengkap disini .
Ahh…agak melantur nih…. Terlalu mendunia kayanya nih….., tapi gak apa-apa….
Think Globally Act Locally, berpikir bisa mulai dari yang general dan Global tapi bertindaklah mulai dari Anda dan di sekitar anda (lokal) katanya….hehe..kita teruskan lagi ya..
Mengambil pilihan (perubahan) ini, perlu keberanian khusus serta keterampilan (baik secara personal maupun team) yang berbeda serta unik untuk berhasil. Perubahan arah bisnis harus dihadapi dengan pendekatan yang kreatif bukan malah dihindari atau dijadikan lawan. Dengan berubah tentunya dapat meneruskan estafet sustainability growth di dalam organisasi, so….mau pilih yang mana? Berubah dengan merealisasikan harapan atau punah ditelan waktu? Pilihan ada di tangan kita.
Masalah berikutnyanya adalah bagaimana mensikapi perubahan, tidak sedikit yang menyukai kondisi yang sudah ada karena takut akan perubahan (kelompok mapan), apalagi berhadapan dengan perubahan yg cukup radikal…dan itu sangat manusiawi memang, tapi ada yang menyukai perubahan…(anti kemapanan) bahkan cenderung menjadi agen perubahan. Tanpa disadari baik yang pro maupun kontra, semuanya sedang menjalani proses berubah secara alami, hanya perubahan berjalan biasa-biasa dan ada yang luar biasa.
Sebagai Agent of Change, baik dalam reorganisasi, akuisisi, merelokasi bisnis anda, atau memperkenalkan perubahan teknologi, hal yang tersulit adalah eksekusi, pada tahapan ini biasanya akan muncul Rasa Takut ……Kenapa? seiring dgn munculnya berbagai konflik dan masalah dalam perjalanannya………….yang harus diingat, ketika anda sudah sadar akan perlunya perubahan, bahkan persiapan matang, dan anda sudah lengkapi dengan Team, dgn segala strategi, konsep, rencana, bahkan dengan bantuan konsultan dll, tetapi ketika Eksekusi anda mengulur-ulur waktu, bahkan memperlambat ………. karena dipenuhi RasaTakut menjalankannya, …..walaupun tidak berakibat pada apapun…….…. maka, secara sengaja atau tidak disengaja Anda telah Mendzolimi Diri Anda, Orang sekitar anda, Organisasi Anda, Negara Anda……dan Masyarakat di Dunia… nah lhhooo… karena akibat tindakan anda akan menimbulkan Multiplier Effect.
Makanya hal terpenting/Kunci utama dari suksesnya perubahan adalah LEADERSHIP…dan dalam suatu perubahan ada factor X, dimana Kunci suksesnya perubahan adalah ANDA dan Sikap ANDA, krn hanya dengan kemampuan Leadership yang baik saja yang dapat melewati dan sukses dalam Perubahan.
Urutan suksesnya perubahan, Rhenald kasali dalam bukunya “Change”, Perubahan mestinya mengikuti filosofi Melihat, untuk percaya perlunya dilakukan perubahan, lalu Bergerak, untuk memulai perubahan dan mestinya Menghasilkan, dengan membuat pesta perubahan dan mengelola Harapan.
Banyak Teori cara lain, yang ada di jurnal2, tapi Saya ambil sedikit nasihat Liz Clarke dalam “The Essence of change”, bagaimana agar anda sukses menjadi agen perubahan, dan cukup Percaya diri (Pede) menghadapinya….lihat perubahan dimulai dari ANDA, karena seperti yang saya paparkan diatas, bahwa kunci suksesnya perubahan adalah ANDA. Liz carke cukup memberikan bekal dan Tools agar kita siap, menguraikan detail dan bahkan cara mengukurnya….so….terlepas dari itu semua …. sudah siapakah kita menjadi agen perubahan, Bagaimana dengan Anda?? jawabnya, Harus….!!!
Salam,
H1

Perubahan dimulai dari ANDA

Menarik penyampaian Liz Clarke dalam “The Essence of change”, ada beberapa Bab dari buku itu, tapi saya akan tampilkan satu Bab yang menurut saya menarik utk dipelajari bahkan dipraktekan, paling tidak untuk diri sendiri…..pada BAB ke 3 :

Perubahan dimulai dari ANDA.
::Sesuaikan atau Ubah Mind-set Anda, Ubah paradigma, amat luar biasa bila kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk mempertahankan “status quo”, krn satu-satunya tugas penting pemimpin dan manager profesional adalah membuat perubahan terjadi. Masih ingat Problema Sembilan Titik?, banyak cara berpikir kreatif untuk membimbing anda, misalnya Lateral Thinking-nya Edward de Bono atau dalam Lateral Marketing: New Techniques for Finding Breakthrough Ideas oleh Philip Kotler, Fernando Trias de Bes, lengkap filenya saya link-kan, bersama teman-teman sekerja saya, kedua buah buku ini dibedah sampai habis…..dan saya salut dengan cara rekan2 saya menyampaikan dan mengeksplorasinya, tentu saja dengan cara yang menarik sehingga kita semua jadi paham bagaimana cara berpikir Lateral.
::Percayalah Perubahan akan mengubah Anda, Kunci kekuatan emosional dalam menangani perubahan adalah tidak takut pada kegagalan. Bahakan Tom Watson pendiri IBM bilang “Cara untuk sukses adalah melipatgandakan tingkat kegagalan anda”. Karena dengan apapun yang terjadi perubahan akan mengubah Anda.
::Percayalah bahwa Anda dapat Berbeda, bahkan ada pepatah, bila cukup banyak orang yang berkata bahwa perubahan yang anda inginkan itu tidak masuk akal, berarti anda pada jalan yang benar…..Dr. Marshal Sashkin dalam bukunya “Visionary Leadership”, pemimpin yang efektif bercirikan suatu factor yang ia sebut “bottom-line leadership” yaitu keyakinan bahwa anda dapat membuat suatu perbedaan. Perilaku ini datang dari memiliki kepasitas diri bahwa anda dapat mempengaruhi nasib anda dan mempengaruhi orang , kejadian-kejadian dan pencapaian organisasi.
::Paradoks Perubahan pribadi Anda, Orang yang seharusnya memiliki kuasa paling besar untuk mengendalikan adalah Anda sendiri, tapi orang yang paling keras untuk diubah adalah justru diri anda sendiri, hmm….. paradox bukan???. Coba saja, Buat satu pertanyaan, tampilkan List jawabannya secara bebas,… Bagi saya, untuk berubah menunggu……(isi titik-titk ini).
jawabannya bisa menunggu inspirasi, menunggu waktu yang tepat dll….
So…klu diteruskan jawabannya akan semakin banyak….nah itulah hambatan Anda saat ini…betul?

Pada session tertentu, saya pernah mempraktekkan Paradoxial Leadership ini pada Team Kami, tentu saja dengan visualisasi yang dapat membuat mereka tersentuh, dan hasilnya diluar dugaan, nyaris tak terduga, prinsip Membekukan dgn cara mencairkan, mempersatukan dgn memberi konflik, adalah hal paradox, seperti halnya menyikapi indahnya siang dan malam….paradox memang….dan saya masih harus banyak belajar lagi……

::Biarkan pergi, Perubahan hanya dapat dimulai bila satu hal diakhiri dan hal baru harus segera dimulai. Amat berbahaya rasanya bila membiarkan pergi pijakan lalu berayun di tebing yang lain, sama dengan senam juga, anda lepaskan pegangan tali sebelum anda bergerak. Setiap kali seorang mencoba membiarkan pergi kebiasaan yg menyenangkan dan paling diinginkan, selalu ada kendala untuk melepaskannya. Tapi…..inilah petunjuk suatu perubahan, Anda harus membiarkan yang lama pergi!.

::Manajemen transisi Pribadi, sebelum melihat transformasi dalam organisasi, perlu kita cek diri sendiri, apakah sukar mencapai perubahan diri sendiri?

Tidak sulit utk menjawab “saya suka perubahan” tapi akan kesulitan pada realisasi, krn keraguannya, maka perlu dibuat mekanisme pendukung untuk memanajemeni proses transisi. Memanajemeni orang dgn efektif diperlukan pengenalan pribadi, misalnya bukan melihat orang secara ekonomi sebagai bagian dari unit produksi, tetapi bagaimana melihatnya sebagai manusia seutuhnya. Ini merupakan cara utnuk mencegah tekanan dari bawah, maka diperlukan mengenal orang lain dengan “mengenali diri sendiri”. Ada beberapa cara yang diuraikan Liz Clarke dalam bukunya ini dapat membantu.

::Dari “Meddler” ke “Strategist”: Gaya dalam mempengaruhi, perilaku dan hubungan anda dengan tim manajemen anda, merupakan suatu factor penentu dalam dalam memanaje perubahan dan menyadari potensi pertumbuhan bisnis. Clarke menggambarkan hal ini dalam bentuk matriks, Ada dua unsur kunci dalam ubungan ini, pertama, Sumbu Vertikal, waktu yang dihabiskan untuk kegiatan2 Rutin, Nilai Tinggi dan Rendah, Kedua, sumbu Horizontal, keahlian dan kualitas tim menajemen secara total, ditunjukkan dgn nilai tinggi berarti Mandiri, kemampuan kaliber tinggi, dan tim manajmen yang berpikir mendalam, dengan Nilai rendah berarti belum terlatih, baru, tidak punya keyakinan diri, dan tim yang sangat tergantung.

Akhirnya akan muncul empat tipe/Gaya dalam matriks, 1. HERO – Pahlawan, 2. ARTISAN – Tukang, 3. STRATEGIST – Perancang strategi, dan 4. MEDDLER – Si Usil. Keempat gaya diatas dapat diterapkan pada fase tertentu, apakah pada masa pertumbuhan, pelaksanaan dll. Dengan tools ini Bisa diukur Anda berada dimana!! tertarik?!
salam,
H1
note:
Referensi lain bisa anda dapatkan pada jurnal ini:
Strategic management or strategic Taylorism? A case study into change within a UK local authority Christopher Stoney The Management School, Imperial College, London, UK, 2001.