Perubahan dimulai dari ANDA

Menarik penyampaian Liz Clarke dalam “The Essence of change”, ada beberapa Bab dari buku itu, tapi saya akan tampilkan satu Bab yang menurut saya menarik utk dipelajari bahkan dipraktekan, paling tidak untuk diri sendiri…..pada BAB ke 3 :

Perubahan dimulai dari ANDA.
::Sesuaikan atau Ubah Mind-set Anda, Ubah paradigma, amat luar biasa bila kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk mempertahankan “status quo”, krn satu-satunya tugas penting pemimpin dan manager profesional adalah membuat perubahan terjadi. Masih ingat Problema Sembilan Titik?, banyak cara berpikir kreatif untuk membimbing anda, misalnya Lateral Thinking-nya Edward de Bono atau dalam Lateral Marketing: New Techniques for Finding Breakthrough Ideas oleh Philip Kotler, Fernando Trias de Bes, lengkap filenya saya link-kan, bersama teman-teman sekerja saya, kedua buah buku ini dibedah sampai habis…..dan saya salut dengan cara rekan2 saya menyampaikan dan mengeksplorasinya, tentu saja dengan cara yang menarik sehingga kita semua jadi paham bagaimana cara berpikir Lateral.
::Percayalah Perubahan akan mengubah Anda, Kunci kekuatan emosional dalam menangani perubahan adalah tidak takut pada kegagalan. Bahakan Tom Watson pendiri IBM bilang “Cara untuk sukses adalah melipatgandakan tingkat kegagalan anda”. Karena dengan apapun yang terjadi perubahan akan mengubah Anda.
::Percayalah bahwa Anda dapat Berbeda, bahkan ada pepatah, bila cukup banyak orang yang berkata bahwa perubahan yang anda inginkan itu tidak masuk akal, berarti anda pada jalan yang benar…..Dr. Marshal Sashkin dalam bukunya “Visionary Leadership”, pemimpin yang efektif bercirikan suatu factor yang ia sebut “bottom-line leadership” yaitu keyakinan bahwa anda dapat membuat suatu perbedaan. Perilaku ini datang dari memiliki kepasitas diri bahwa anda dapat mempengaruhi nasib anda dan mempengaruhi orang , kejadian-kejadian dan pencapaian organisasi.
::Paradoks Perubahan pribadi Anda, Orang yang seharusnya memiliki kuasa paling besar untuk mengendalikan adalah Anda sendiri, tapi orang yang paling keras untuk diubah adalah justru diri anda sendiri, hmm….. paradox bukan???. Coba saja, Buat satu pertanyaan, tampilkan List jawabannya secara bebas,… Bagi saya, untuk berubah menunggu……(isi titik-titk ini).
jawabannya bisa menunggu inspirasi, menunggu waktu yang tepat dll….
So…klu diteruskan jawabannya akan semakin banyak….nah itulah hambatan Anda saat ini…betul?

Pada session tertentu, saya pernah mempraktekkan Paradoxial Leadership ini pada Team Kami, tentu saja dengan visualisasi yang dapat membuat mereka tersentuh, dan hasilnya diluar dugaan, nyaris tak terduga, prinsip Membekukan dgn cara mencairkan, mempersatukan dgn memberi konflik, adalah hal paradox, seperti halnya menyikapi indahnya siang dan malam….paradox memang….dan saya masih harus banyak belajar lagi……

::Biarkan pergi, Perubahan hanya dapat dimulai bila satu hal diakhiri dan hal baru harus segera dimulai. Amat berbahaya rasanya bila membiarkan pergi pijakan lalu berayun di tebing yang lain, sama dengan senam juga, anda lepaskan pegangan tali sebelum anda bergerak. Setiap kali seorang mencoba membiarkan pergi kebiasaan yg menyenangkan dan paling diinginkan, selalu ada kendala untuk melepaskannya. Tapi…..inilah petunjuk suatu perubahan, Anda harus membiarkan yang lama pergi!.

::Manajemen transisi Pribadi, sebelum melihat transformasi dalam organisasi, perlu kita cek diri sendiri, apakah sukar mencapai perubahan diri sendiri?

Tidak sulit utk menjawab “saya suka perubahan” tapi akan kesulitan pada realisasi, krn keraguannya, maka perlu dibuat mekanisme pendukung untuk memanajemeni proses transisi. Memanajemeni orang dgn efektif diperlukan pengenalan pribadi, misalnya bukan melihat orang secara ekonomi sebagai bagian dari unit produksi, tetapi bagaimana melihatnya sebagai manusia seutuhnya. Ini merupakan cara utnuk mencegah tekanan dari bawah, maka diperlukan mengenal orang lain dengan “mengenali diri sendiri”. Ada beberapa cara yang diuraikan Liz Clarke dalam bukunya ini dapat membantu.

::Dari “Meddler” ke “Strategist”: Gaya dalam mempengaruhi, perilaku dan hubungan anda dengan tim manajemen anda, merupakan suatu factor penentu dalam dalam memanaje perubahan dan menyadari potensi pertumbuhan bisnis. Clarke menggambarkan hal ini dalam bentuk matriks, Ada dua unsur kunci dalam ubungan ini, pertama, Sumbu Vertikal, waktu yang dihabiskan untuk kegiatan2 Rutin, Nilai Tinggi dan Rendah, Kedua, sumbu Horizontal, keahlian dan kualitas tim menajemen secara total, ditunjukkan dgn nilai tinggi berarti Mandiri, kemampuan kaliber tinggi, dan tim manajmen yang berpikir mendalam, dengan Nilai rendah berarti belum terlatih, baru, tidak punya keyakinan diri, dan tim yang sangat tergantung.

Akhirnya akan muncul empat tipe/Gaya dalam matriks, 1. HERO – Pahlawan, 2. ARTISAN – Tukang, 3. STRATEGIST – Perancang strategi, dan 4. MEDDLER – Si Usil. Keempat gaya diatas dapat diterapkan pada fase tertentu, apakah pada masa pertumbuhan, pelaksanaan dll. Dengan tools ini Bisa diukur Anda berada dimana!! tertarik?!
salam,
H1
note:
Referensi lain bisa anda dapatkan pada jurnal ini:
Strategic management or strategic Taylorism? A case study into change within a UK local authority Christopher Stoney The Management School, Imperial College, London, UK, 2001.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: