Komunikasi dalam Leadership

Katakanlah anda penyuka Gadget,  mengambil keputusan, akan membeli produk samsung atau Apple…yang sekarang ini sedang ramai berseteru…., Lebih suka mana Produk Apple dibanding Samsung? 

Keputusan anda sedikitnya akan terpengaruh, karena pasti ada peran komunikasi didalamnya, hingga anda memutuskan membeli salah satu produk diatas.


Komunikasi, bisa diciptakan oleh produsen merek tsb melalui televisi, majalah dll, atau dari lingkungan anda yang sudah terlanjur terkontaminasi untuk memakai salah satunya…. sebagai multiplier Effect dari informasi yang tadi (sengaja) diciptakan…….


Masih Ingat, Disaat Samsung dituntut Apple, dan kalah di Pengadilan Amerika?, lalu kenapa Samsung kembali menggugat balik?  ….. bukan semata-mata masalah hak cipta,  jawabnya adalah, karena kuatnya Komunikasi yang perlu ditanamkan di benak anda saat ini, bahwa anda perlu/harus cukup Pede-Percaya Diri untuk memakai produk Kami…  untuk itulah Samsung perlu menggugat …..




:: PENDENGAR LEBIH BANYAK DARI PEMBACA

Dalam suaatu kajian,  sebanyak 45% komunikasi kita banyak dihabiskan untuk mendengar berbanding bicara (35%), membaca (16%) dan menulis (9%). Inilah yang berlaku dalam dunia pendidikan hari ini,  dan ternyata  menjadi pendengar yang baik secara langsung membentuk personaliti anda agar peka kepada orang lain.

Beberapa waktu yang lalu,  kondisi Kota Jakarta sedang melaksanakan Pesta Demokrasi, dengan banyak sekali fenomena menarik dari kejadian ini, persaingan antara cagub yang luar biasa, dan terlihat sekali bagaimana  peran komunikasi yang dipakai…. persis ketika berlangsungnya pemilikan Obama menjadi Presiden Amerika….  dan kita menyimaknya sebagai Pendengar bukan? hmmm.


:: PEMILU DKI

Kalau anda bertemu dengan warga DKI, tanyakan  kenapa dia memilih Jokowi atau Foke? 
jawabannya pasti sangat lancar dan seolah dia mengenal betul siapa Foke dan Jokowi….. tapi apakah dia mengenal betul (secara personal) orang yang dipilihnya?…tentu tidak…
itu semua merupakan bentuk keberhasilan dari  mengoptimalkan Komunikasi…

Dalam Debat CAGUB….ketika kampanye berlangsung…yang ditayangkan oleh Metro TV tgl 16 Sep 2012, ada hal menarik dari pernyataan JOKOWIE.

dia menyatakan, …. menjadi Gubernur,  di Kantor itu cukup Satu Jam saja, pekerjaan dapat didelegasikan kepada Wagub, dan memberdayakan lebih banyak lagi kepada Para Kepala Dinas dan Pegawai. Gubernur harus lebih banyak berkomunikasi dengan Rakyatnya, dan juga menyampaikan kebutuhan dan ber-Komunikasi dengan Pusat, karena inti dari Permasalahan di sini adalah KOMUNIKASI.

Ini adalah bentuk pemahaman Leadership yang sudah nempel dan menjiwai untuk seorang Calon Pimpinan, karena memang dari keseluruhan atau segala parameter Leadership, berujung pada bagaimana Seorang Pemimpin dapat berkomunikasi dengan semua elemennya.

Sehebat-hebatnya program, ide, atau visi dan Misi sekalipun, kalau tidak memiliki Komunikasi yang baik, menyerap aspirasi dari Rakyat sebanyak-banyaknya, dengan penciptaan saluran Komunikasi yang baik, tanpa membuat Rakyat sulit/sungkan menyalurkan suaranya….. atau bagaimana menyampaikan program ke tingkat yang lebih tinggi, agar program hebat itu dapat terlaksana, semuanya hanya bisa dicapai dengan KOMUNIKASI bukan?.

:: BERLIBUR DENGAN CEO (DIRUT)

Awal tahun ini, …Berlibur bersama keluarga, bareng keluarga ke Kualalumpur Malaysia, sebagai bagian dari acara Refreshing Keluarga …..seperti yang pernah saya ceritakan di Kolom Wisata Kuala Lumpur.

Ketika Pesawat yang kami tumpangi sudah stabil, maksudnya…. setelah Autopilot difungsikan,… dari bagian depan seseorang dengan bertopi Merah Air Asia berdiri dan kelihatan Asik mengajak ngobrol Penumpang bagian depan, kemudian bertahap dia mengajak bicara dengan akrabnya ke penumpang lainnya…terus sampai ke Belakang….dia berkomunikasi dengan semua Penumpang….. Wooww…siapakah dia??
  
Setelah selesai melewati para penumpangnya, …..pramugari menyampaikan kabar gembira bahwa penerbangan ini ditemani oleh Pemilik sekaligus CEO-Dirut Air Asia Tony Fernandes

Ternyata!!…itulah salah satu cara Management Air Asia menyerap aspirasi pelanggannya. Harus diakui, penerbangan yang masih menjadi Favorit ini, selain karena low price tapi kualitas dan pelayanan yang dirasakan sebagai penumpang masih terjaga,……tidak heran bahwa Maskapai ini, sejak 2001 itu sukses menjadi Maskapai Murah dan mendapat penghargaan sebagai yang Terbaik Sedunia tahun 2012 versi Skytrax, yang diumumkan di Farnborough, Inggris, Kamis 12 Juli 2012, bahkan mengalahkan Virgin America.

Apa yang membuat Air Asia berhasil?…..keberhasilan ini tentu saja, tidak lain karena Air Asia mau mendengarkan (berkomunikasi) Apa yang menjadi keinginan Pelanggan kemudian memformulasikann ke dalam program Management Perusahan dengan menjaga Standar Kualitas (Quality of Service) tertentu .  

:: TEORI KOMUNIKASI

Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa latin Communico yang artinya membagi (Cherry dalam Stuart, 1983). D
alam bahasa Inggris communication,  berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, sama disini adalah sama makna (Wikipedia).

Sebuah definisi singkat dibuat oleh Harold D. Lasswell bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.


Jadi Komunikasi meliputi lima unsur, yaitu:
  1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
  2. Pesan (mengatakan apa?)
  3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
  4. Komunikan (kepada siapa?)
  5. Efek (dengan dampak/efek apa?).
Dalam keseharian, orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi daripada aktifitas yang lainnya, dan dapat dipastikan bahwa seseorang berkomunikasi hampir di semua aspek kehidupan. Lebih dari itu, Enjang (2009) mengatakan, “Humans are talked into humanity”, yang berati bahwa seseorang memperoleh identitas pribadi selama orang tersebut berkomunikasai dengan orang lain. 

:: KOMUNIKASI YANG BAIK

Bagi seorang Pemimpin, Peranan komunikasi yang baik adalah sebagai berikut :


1. Menyampaikan informasi
Memberikan sebuah pesan berupa fakta, data, opini, berita atau komentar yang dibutuhkan agar komunikan dapat mengerti. Selanjutnya diharapkan komunikan dapat beraksi secara jelas terhadap kondisi, situasi lingkungan serta orang lain, dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Termasuk dalam kategori informasi, adalah sosialisasi hal-hal tertentu khususnya dalam komunikasi massa.

2. Mendidik
Menyampaikan ilmu pengetahuan atau fakta ilmiah dengan tujuan mendorong perkembangan intelektual, menambah pengetahuan dan atau ketrampilan tertentu. Memberikan bahan diskusi untuk tujuan melatih berpikir, adalah contoh informasi untuk mendidik.

3. Menghibur
Proses komunikasi yang berfungsi untuk memulihkan suasana hati komuikan yang memeiliki perasaan tidak nyaman menjadi nyaman, menghilangkan kesedihan atau menumbuhkan suasana kegembiraan. Fungsi komunikasi yang bersifat menghibur dapat ditujukan untuk individu maupun kelompok.

4. Mempengaruhi
Mempengaruhi seringkali dikaitkan dengan tolok ukur keberhasilan dalam kepemimpinan, dimana peran komunikasi ini menjadi penentunya.

Karena, proses Komunikasi harus memiliki Fungsi Meminta, Memberitahukan dan Mendengar. untuk itu berikut Tips Komunikasi yang baik :
1. Belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik.

2. Organisir pikiran anda.
3. Pilih kata-kata yang ringkas untuk menyampaikan pesan Anda.
4. Hindari kata-kata asing atau topik yang mengalihkan perhatian dari topik utama Anda.
5. Fokus pada topik utama Anda menggunakan kata-kata sesedikit mungkin.


Demikian artikel ini saya buat disaat kami sedang membahas “hal strategis” yang memerlukan komunikasi yang intens dan dapat dipahami oleh semua kalangan….


Mulai sekarang, ketika anda masuk kantor pagi hari…..sapalah bawahan, rekan atau atasan anda…cleaning service, pekerja lainnya, satpam dll….untuk melatih cara komunikasi dan kepedulian anda, dan jangan lupa hiasi dengan Senyum…hehe…


Semoga bermanfaat….

Salam,
Hendrawan

Referensi teori, diambil dari :

– Wikipedia
– sttnusantara.com
– borneo-drive.com
– dan sumber bacan lainnya.

Ngasih Penuh….Dapat Banyak….. Ilmu Sedekah??

Rumah Makan ini agak bandel,…Permintaan Setengah dengan Satu, sama banyaknya…dan aku selalu kembali kesana… inilah strategi tingkat Tinggi… ‘The More You Give The More You Get” …Smile n’ Semangat Pagi!! 🙂 (FB, 12 Okt 2012)
:: 1/2 PORSI dan 1 PORSI

Pertama kali Makan disini, Porsi Nasinya Full (Piring sampe Penuh)…wah kebanyakan, pikirku,  sewaktu kesana lagi…saya pesan Setengah Porsi, tapi Makanan yang datang gak ada bedanya dengan Satu Porsi alias Full Terus….. berulang kali seperti itu, ….“buu…nasinya Setengah saja yaa” teriakku…Ibu pemilik yang sudah tua ini bilang “Iyaa…..”, begitu datang,  wadooww tetap FULL Porsi … tapi yang lebih aneh lagi adalah….. Porsi yang diberikan selalu Habis  hahaha……. 


kesimpulannya???  Ibu Pemilik Warung makan ini tidak punya standar porsinya…..atau dia memang sengaja memberikan FULL, karena dia tahu pelanggannya anak Kost, dan porsi gedepun selalu habis …haha…..dan…ini karenanya juga menjadi langganan….. apalagi kalau lagi sahur di Bulan Puasa….wuihh membantu sekali….

Hal ini, dia berlakukan hampir ke semua pelanggan…., tidak pernah memberikan menunya kurang dari yang dipesan, bahkan sering dilebihkan… dan kenyataan pelanggannya terus antri….

Sambil melamun, Pikiranku Melebar…..sehabis makan…. gambaran tentang ini dalam Manajemen disebut apa ya??….terlintaslah dalam referensi Memori saya, ‘The More You Give The More You Get”…. disebut juga “RESPECT” sepertinya cocok untuk gambaran tentang ini…. 
yappp… dalam Islam, lebih kena dengan Ilmu Sedekah…..

:: BERI dan TERIMA= KEKEKALAN ENERGI ?

Hasan Basri memberikan tata cara menapak tangga prestasi, dengan memberikan dua jalan untuk mencapai sebuah prestasi yaitu dengan : Imsak ( Menahan Diri dari hal-hal yang melalaikan ) dan Infak ( Mengorbankan/ menginfakkan apa yang dicintainya ). 

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lain. “ Energi alam semesta adalah tetap, sehingga energi yang terlibat dalam suatu proses kimia dan fisika hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi.

Simak apa kata John F. Kennedy ( 1961 ) : “Apabila suatu masyarakat-bebas tidak dapat membantu banyak orang yang miskin, masyarakat tersebut akan gagal menyelamatkan sedikit orang kaya “ ……….. bukankah ini bukti penguatan Teori Kekekalan Energi?

Kalau benar masalah Kekekalan enegi ini ada….. “Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Jawaban berarti, Mungkin karena ia kurang sedekah!  begitukah??

Seperti kata Ustadz Yusuf Manshur, Instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan, karena 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah.

:: KISAH NYATA

Saya hadirkan dua kisah nyata ini sebagai gambaran…

Kisah #1

Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah, dan sudah lama berharap mendapatkan Jodoh…… Beberapa Minggu sebelumnya, telah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut…… ”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.

Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”

Kisah #2
Seseorang di Jawa Timur bercerita….
Amal ibadah saya biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa pada diri saya. Tapi alhamdulillah, di luar dugaan sebuah kecelakaan dahsyat ternyata tidak sampai berakibat fatal pada diri saya. Bahkan, diabetes saya sembuh setelahnya.

Usai shalat Jum’at saya mengemudi mobil dari Surabaya menuju Malang, ada janji dengan  customer di Kota Apel. Sampai di sebuah putaran balik, tiba-tiba sebuah truk dari arah Malang nyelonong menghajar mobil saya. Braaakkk! Si sopir gagal menghentikan laju kendaraannya di jalan yang menurun. 

Ketika sadar, saya sudah berada di RS Saiful Anwar Malang. Luka yang saya alami cukup parah; Tengkorak muka remuk dan kedua tulang tangan kanan saya patah sama sekali. Di rumah sakit, saya ditangani dokter spesialis syaraf yaitu Dr. Widodo, dengan tim medis yang terdiri 7 dokter syaraf, bedah syaraf, bedah tulang, bedah kosmetik, internist, mata, dan dokter THT.

Sebelum kecelakaan, saya sudah menderita diabetes. Jadi, saya tidak bisa langsung dioperasi untuk memperbaiki tulang-tulang tengkorak muka dan lengan. Sebab, kata dokter, kadar gula darah saya masih tinggi sehingga harus diturunkan dan distabilkan dulu.

Sepekan kemudian, pada 17 Desember 2010, akhirnya dokter memutuskan saya bisa menjalani operasi bedah tulang dan kosmetik. Dua hari jelang operasi, istri saya berkeliling rumah sakit dan pasar di dekat situ untuk bersedekah. Dia bagikan uang kepada orang-orang tua dan para pasien di IRD yang tidak memiliki biaya untuk berobat, sambil meminta doa untuk kesembuhan saya.

Sehari jelang operasi, tulang tengkorak wajah saya difoto rontgen oleh dokter bedah plastik. Hasilnya, Subhanallah, Allahuakbar, hampir seluruh tengkorak muka saya (yang retak tadi) sudah tersambung kembali dengan sendirinya! Sehingga menurut dokter, hanya diperlukan pemasangan satu pen di pipi kanan saya.

Untuk tulang lengan saya yang patah, masih tetap harus dioperasi untuk memasang pen.
Setelah kesadaran saya membaik, saya ditangani oleh dokter syaraf. Dengan hasil pemerikasaan itu, dokter syaraf menyampaikan kabar seram pada istri saya, bahwa saya akan kehilangan 50% memori ingatan saya. Dan,  perlu beberapa bulan perawatan untuk memulihkannya.

Baru 2 minggu menjalani rawat inap, saya sudah boleh pulang. Kondisi saya secara umum sudah baik, walau memori otak saya belum 100% pulih. Kenyataan ini betul-betul mengherankan dokter syaraf yang menangani saya. Sebab, katanya, dia pernah memiliki pasien yang kondisinya mirip saya dan harus dirawat di RS sampai 7 bulan lamanya.

Secara berkala, saya masih tetap harus kontrol ke dokter, terutama untuk kesehatan syaraf dan internist. Alhamdulillah, sekitar 2 bulan di rumah, memori saya terus membaik. Dan yang luar biasa lagi, menurut dokter internist yang menangani saya, diabetes saya dinyatakan sembuh! Allahuakbar!


ingin kisah nyata lainnya? ..dan silahkan klik disini….

:: NASIHAT MEMBERI

Saya ulas tulisan Muhammad Sulhi/pernah dimuat di Majalah Intisari, Oktober 2006, 
Ust. Yusuf mewanti-wanti, “Sedekah itu jangan dipikirin, karena enggak akan nyambung dengan otak. Secara logika, makin banyak sedekah ‘kan makin ngurangin harta. Jadi, buang jauh logika ketika ngomongin sedekah!” Yusuf mengilustrasikan, seorang karyawan yang “pakai otak”, sudah dapat ditebak berapa total gajinya saat pensiun. Tapi kalau dia rajin bersedekah sampai mentok (baca boks “Matematika Sampai Mentok”), bisa saja dia pensiun sebagai direktur! 

Logika Mentok….
Misalkan, gaji Anda hanya Rp 1 juta, sedangkan kebutuhan mencapai Rp 3 juta, bagaimana cara menutupnya dengan sedekah? Taruhlah setelah mendapat pencerahan, Anda berniat sedekah sesuai anjuran agama, sekitar 2,5 % dari penghasilan. Berarti sedekah Anda 2,5% x Rp 1 juta = Rp 25.000,-. Secara fisik, uang Anda berkurang (Rp 1 juta – Rp 25.000,-) menjadi Rp 975.000,-, namun secara metafisik uang Anda sebenarnya Rp 975.000,- + Rp 250.000,- (Allah menjanjikan balasan untuk setiap sedekah minimal dikalikan 10) = Rp 1,25 juta. Jauh di bawah kebutuhan, ‘kan?

Nah, agar sedekah itu mentok, titik tolaknya bukan dari pendapatan, tapi dari kebutuhan. Jadi, jika Anda bersedekah 10% (10% x Rp 3 juta = Rp 300.000,-), “balasannya” kira-kira Rp 700.000,- (sisa gaji) + Rp 3 juta (sedekah dikalikan 10) = Rp 3,7 juta. Sudah melewati target? Pasti.

Namun, Yusuf juga mengingatkan, sedekah itu harus dijaga, jangan sampai “bocor”. Cara menjaganya dengan rajin salat lima waktu, puasa sunat, salat berjamaah, salat malam, dan amalan-amalan sunat lainnya. Sebaliknya, jika seseorang belum bisa menghentikan kebiasaan bergunjing, berjudi, dan kebiasaan buruk lain yang dilarang agama, alih-alih mendapat balasan 10 atau 100 kali lipat, nilai sedekah malah bisa minus.
“Jangan anggap spiritual value itu enggak ada nilai ekonomisnya,” bilang Yusuf, mengingatkan kembali, sehebat-hebatnya matematika manusia, masih lebih hebat matematika spiritualnya Dia yang di atas sana.


:: THE MORE YOU GIVE THE MORE YOU GET

Ilmu modern, yang (sudah pasti) beraliran KAPITALIS, justru mulai menyadari hal ini….mulai banyak teori lahir tentang ini,… Semakin banyak anda memberi semakin banyak anda terima, ….teori ini diambil dari intisari dari kisah suksesnya para Kampiun dunia,..katakanlah  Soichiro Honda, Mark Zuckerberg pendiri Facebook, Bill Gate, dan ribuan nama-nama penyandang kesuksesan…. mereka memulainya dengan “RESPECT”…semakin banyak lagi yang diberi…semakin banyak lagi yang mereka dapat.

Disebut sebagai Mega Thinking…………..Karena The More You Give The More You Get , Ketika kita berupaya untuk memberikan dengan jumlah banyak, maka kita akan mendapatkan dengan lebih banyak lagi. Dan berpikir mega akan memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat memberi dalam jumlah banyak tersebut.

Dalam konteks The More You Give The More You Get, juga tercatat dalam QS Al Anaam ayat 160 disebutkan: 
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Dalam implementasinya mulailah berpikir mega, Dengan kita berpikir mega, hasil makro dan mikro pasti akan kita dapatkan. Selalu kaji/asah diri kita dengan terus bertanya Apa yang telah kita berikan untuk Keluarga, Lingkungan,  Bangsa dan Dunia ? Apa yang telah kita berikan ? 

Demikian semoga menjadi Inspirasi untuk anda…..

pesan terakhir…saya perlu mengingatkan diri saya juga, …. sedekah saat ini masih jauh dari harapan…semoga diberikan kemampuan utk bersedekah, lebih banyak lagi…Aamiin ya rabbal Alaamin…

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ ( Al Baqarah : 93 ) 


Salam,
Hendrawan