Ngasih Penuh….Dapat Banyak….. Ilmu Sedekah??

Rumah Makan ini agak bandel,…Permintaan Setengah dengan Satu, sama banyaknya…dan aku selalu kembali kesana… inilah strategi tingkat Tinggi… ‘The More You Give The More You Get” …Smile n’ Semangat Pagi!! 🙂 (FB, 12 Okt 2012)
:: 1/2 PORSI dan 1 PORSI

Pertama kali Makan disini, Porsi Nasinya Full (Piring sampe Penuh)…wah kebanyakan, pikirku,  sewaktu kesana lagi…saya pesan Setengah Porsi, tapi Makanan yang datang gak ada bedanya dengan Satu Porsi alias Full Terus….. berulang kali seperti itu, ….“buu…nasinya Setengah saja yaa” teriakku…Ibu pemilik yang sudah tua ini bilang “Iyaa…..”, begitu datang,  wadooww tetap FULL Porsi … tapi yang lebih aneh lagi adalah….. Porsi yang diberikan selalu Habis  hahaha……. 


kesimpulannya???  Ibu Pemilik Warung makan ini tidak punya standar porsinya…..atau dia memang sengaja memberikan FULL, karena dia tahu pelanggannya anak Kost, dan porsi gedepun selalu habis …haha…..dan…ini karenanya juga menjadi langganan….. apalagi kalau lagi sahur di Bulan Puasa….wuihh membantu sekali….

Hal ini, dia berlakukan hampir ke semua pelanggan…., tidak pernah memberikan menunya kurang dari yang dipesan, bahkan sering dilebihkan… dan kenyataan pelanggannya terus antri….

Sambil melamun, Pikiranku Melebar…..sehabis makan…. gambaran tentang ini dalam Manajemen disebut apa ya??….terlintaslah dalam referensi Memori saya, ‘The More You Give The More You Get”…. disebut juga “RESPECT” sepertinya cocok untuk gambaran tentang ini…. 
yappp… dalam Islam, lebih kena dengan Ilmu Sedekah…..

:: BERI dan TERIMA= KEKEKALAN ENERGI ?

Hasan Basri memberikan tata cara menapak tangga prestasi, dengan memberikan dua jalan untuk mencapai sebuah prestasi yaitu dengan : Imsak ( Menahan Diri dari hal-hal yang melalaikan ) dan Infak ( Mengorbankan/ menginfakkan apa yang dicintainya ). 

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lain. “ Energi alam semesta adalah tetap, sehingga energi yang terlibat dalam suatu proses kimia dan fisika hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi.

Simak apa kata John F. Kennedy ( 1961 ) : “Apabila suatu masyarakat-bebas tidak dapat membantu banyak orang yang miskin, masyarakat tersebut akan gagal menyelamatkan sedikit orang kaya “ ……….. bukankah ini bukti penguatan Teori Kekekalan Energi?

Kalau benar masalah Kekekalan enegi ini ada….. “Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Jawaban berarti, Mungkin karena ia kurang sedekah!  begitukah??

Seperti kata Ustadz Yusuf Manshur, Instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan, karena 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah.

:: KISAH NYATA

Saya hadirkan dua kisah nyata ini sebagai gambaran…

Kisah #1

Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah, dan sudah lama berharap mendapatkan Jodoh…… Beberapa Minggu sebelumnya, telah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut…… ”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.

Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”

Kisah #2
Seseorang di Jawa Timur bercerita….
Amal ibadah saya biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa pada diri saya. Tapi alhamdulillah, di luar dugaan sebuah kecelakaan dahsyat ternyata tidak sampai berakibat fatal pada diri saya. Bahkan, diabetes saya sembuh setelahnya.

Usai shalat Jum’at saya mengemudi mobil dari Surabaya menuju Malang, ada janji dengan  customer di Kota Apel. Sampai di sebuah putaran balik, tiba-tiba sebuah truk dari arah Malang nyelonong menghajar mobil saya. Braaakkk! Si sopir gagal menghentikan laju kendaraannya di jalan yang menurun. 

Ketika sadar, saya sudah berada di RS Saiful Anwar Malang. Luka yang saya alami cukup parah; Tengkorak muka remuk dan kedua tulang tangan kanan saya patah sama sekali. Di rumah sakit, saya ditangani dokter spesialis syaraf yaitu Dr. Widodo, dengan tim medis yang terdiri 7 dokter syaraf, bedah syaraf, bedah tulang, bedah kosmetik, internist, mata, dan dokter THT.

Sebelum kecelakaan, saya sudah menderita diabetes. Jadi, saya tidak bisa langsung dioperasi untuk memperbaiki tulang-tulang tengkorak muka dan lengan. Sebab, kata dokter, kadar gula darah saya masih tinggi sehingga harus diturunkan dan distabilkan dulu.

Sepekan kemudian, pada 17 Desember 2010, akhirnya dokter memutuskan saya bisa menjalani operasi bedah tulang dan kosmetik. Dua hari jelang operasi, istri saya berkeliling rumah sakit dan pasar di dekat situ untuk bersedekah. Dia bagikan uang kepada orang-orang tua dan para pasien di IRD yang tidak memiliki biaya untuk berobat, sambil meminta doa untuk kesembuhan saya.

Sehari jelang operasi, tulang tengkorak wajah saya difoto rontgen oleh dokter bedah plastik. Hasilnya, Subhanallah, Allahuakbar, hampir seluruh tengkorak muka saya (yang retak tadi) sudah tersambung kembali dengan sendirinya! Sehingga menurut dokter, hanya diperlukan pemasangan satu pen di pipi kanan saya.

Untuk tulang lengan saya yang patah, masih tetap harus dioperasi untuk memasang pen.
Setelah kesadaran saya membaik, saya ditangani oleh dokter syaraf. Dengan hasil pemerikasaan itu, dokter syaraf menyampaikan kabar seram pada istri saya, bahwa saya akan kehilangan 50% memori ingatan saya. Dan,  perlu beberapa bulan perawatan untuk memulihkannya.

Baru 2 minggu menjalani rawat inap, saya sudah boleh pulang. Kondisi saya secara umum sudah baik, walau memori otak saya belum 100% pulih. Kenyataan ini betul-betul mengherankan dokter syaraf yang menangani saya. Sebab, katanya, dia pernah memiliki pasien yang kondisinya mirip saya dan harus dirawat di RS sampai 7 bulan lamanya.

Secara berkala, saya masih tetap harus kontrol ke dokter, terutama untuk kesehatan syaraf dan internist. Alhamdulillah, sekitar 2 bulan di rumah, memori saya terus membaik. Dan yang luar biasa lagi, menurut dokter internist yang menangani saya, diabetes saya dinyatakan sembuh! Allahuakbar!


ingin kisah nyata lainnya? ..dan silahkan klik disini….

:: NASIHAT MEMBERI

Saya ulas tulisan Muhammad Sulhi/pernah dimuat di Majalah Intisari, Oktober 2006, 
Ust. Yusuf mewanti-wanti, “Sedekah itu jangan dipikirin, karena enggak akan nyambung dengan otak. Secara logika, makin banyak sedekah ‘kan makin ngurangin harta. Jadi, buang jauh logika ketika ngomongin sedekah!” Yusuf mengilustrasikan, seorang karyawan yang “pakai otak”, sudah dapat ditebak berapa total gajinya saat pensiun. Tapi kalau dia rajin bersedekah sampai mentok (baca boks “Matematika Sampai Mentok”), bisa saja dia pensiun sebagai direktur! 

Logika Mentok….
Misalkan, gaji Anda hanya Rp 1 juta, sedangkan kebutuhan mencapai Rp 3 juta, bagaimana cara menutupnya dengan sedekah? Taruhlah setelah mendapat pencerahan, Anda berniat sedekah sesuai anjuran agama, sekitar 2,5 % dari penghasilan. Berarti sedekah Anda 2,5% x Rp 1 juta = Rp 25.000,-. Secara fisik, uang Anda berkurang (Rp 1 juta – Rp 25.000,-) menjadi Rp 975.000,-, namun secara metafisik uang Anda sebenarnya Rp 975.000,- + Rp 250.000,- (Allah menjanjikan balasan untuk setiap sedekah minimal dikalikan 10) = Rp 1,25 juta. Jauh di bawah kebutuhan, ‘kan?

Nah, agar sedekah itu mentok, titik tolaknya bukan dari pendapatan, tapi dari kebutuhan. Jadi, jika Anda bersedekah 10% (10% x Rp 3 juta = Rp 300.000,-), “balasannya” kira-kira Rp 700.000,- (sisa gaji) + Rp 3 juta (sedekah dikalikan 10) = Rp 3,7 juta. Sudah melewati target? Pasti.

Namun, Yusuf juga mengingatkan, sedekah itu harus dijaga, jangan sampai “bocor”. Cara menjaganya dengan rajin salat lima waktu, puasa sunat, salat berjamaah, salat malam, dan amalan-amalan sunat lainnya. Sebaliknya, jika seseorang belum bisa menghentikan kebiasaan bergunjing, berjudi, dan kebiasaan buruk lain yang dilarang agama, alih-alih mendapat balasan 10 atau 100 kali lipat, nilai sedekah malah bisa minus.
“Jangan anggap spiritual value itu enggak ada nilai ekonomisnya,” bilang Yusuf, mengingatkan kembali, sehebat-hebatnya matematika manusia, masih lebih hebat matematika spiritualnya Dia yang di atas sana.


:: THE MORE YOU GIVE THE MORE YOU GET

Ilmu modern, yang (sudah pasti) beraliran KAPITALIS, justru mulai menyadari hal ini….mulai banyak teori lahir tentang ini,… Semakin banyak anda memberi semakin banyak anda terima, ….teori ini diambil dari intisari dari kisah suksesnya para Kampiun dunia,..katakanlah  Soichiro Honda, Mark Zuckerberg pendiri Facebook, Bill Gate, dan ribuan nama-nama penyandang kesuksesan…. mereka memulainya dengan “RESPECT”…semakin banyak lagi yang diberi…semakin banyak lagi yang mereka dapat.

Disebut sebagai Mega Thinking…………..Karena The More You Give The More You Get , Ketika kita berupaya untuk memberikan dengan jumlah banyak, maka kita akan mendapatkan dengan lebih banyak lagi. Dan berpikir mega akan memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat memberi dalam jumlah banyak tersebut.

Dalam konteks The More You Give The More You Get, juga tercatat dalam QS Al Anaam ayat 160 disebutkan: 
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Dalam implementasinya mulailah berpikir mega, Dengan kita berpikir mega, hasil makro dan mikro pasti akan kita dapatkan. Selalu kaji/asah diri kita dengan terus bertanya Apa yang telah kita berikan untuk Keluarga, Lingkungan,  Bangsa dan Dunia ? Apa yang telah kita berikan ? 

Demikian semoga menjadi Inspirasi untuk anda…..

pesan terakhir…saya perlu mengingatkan diri saya juga, …. sedekah saat ini masih jauh dari harapan…semoga diberikan kemampuan utk bersedekah, lebih banyak lagi…Aamiin ya rabbal Alaamin…

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ ( Al Baqarah : 93 ) 


Salam,
Hendrawan

Teori 80:20…Untuk ANDA

Sekali waktu, perhatikan isi lemari pakaian anda….perhatikan deretan atau lipatan pakaian yang ada di lemari itu……saya tebak…  hanya 20% pakaian yang sering anda pakai dalam 80% aktifitas sehari-hari…….. betul tidak??  
klo gak percaya hitung saja…  sisanya bisa jadi  kategori pakaian yang jarang atau malah bisa jadi tak tersentuh lebih dari 1 bulan….bahkan setahun…hehe…… itulah seperti judulnya Teori 80/20.

J

Kalau ternyata benar…., boleh dong…. 20% dari pakaian yang jarang dipakai ini disumbangkan/didermakan saja, untuk mengoptimalkan 80% lainnya….  bukan begitu? 
Hahaa…….hitung-hitung bagi-bagi kesenangan sekaligus sebagai amal…..

Read more of this post

>KESULITAN demi KUALITAS yang lebih baik

>

“My Job is to Not be Easy on people, My Job is to make them Better” – Steve Jobs
:: DUA KUPU-KUPU
Dalam satu eksperimen……saat-saat fase atau tahapan pembentukan dua kupu-kupu yang berbeda… sama-sama  berasal dari ulat lalu Kepompong… pada tahapan akhir akan menjadi Kupu-kupu…. dilakukan pada dua kupu-kupu berbeda…..
Calon kupu-kupu pertama, pada saat pembukaan Kepompong untuk mejadi Kupu-kupu, dilaluinya melalui perjuangan, dibiarkan oleh peneliti untuk berjuang sendiri menghadapi kesulitan dalam membuka kepompongnya sebelumnya menjadi kupu-kupu…. tahapan merobek, membuka dan melepas balutan kepompong itu dilaluinya sendiri sehingga dia berhasil keluar secara alami……
Calon kupu-kupu kedua, pada saat pembukaan kepompong dan akan menjadi Kupu-kupu, peneliti membantu merobek dan membukakan jalan keluarnya, hingga begitu mudah dia keluar…….
Dan apa yang terjadi??
Kupu-kupu pertama, menjadi Kupu-kupu besar yang indah…sayap yang lebar berwarna…dan perlahan terbang dengan  ceria….cieeeee….
Kupu-kupu kedua, tetap menjadi kupu-kupu, namun lahir dengan sayap yang lebih pendek kurang mengembang….warna kurang menyala….dan…tidak bisa terbang!!
::MERASA GAGAL
Seorang teman, yang sempat curhat, merasa banyak cobaan dan ujian yang dilaluinya, tdk pernah berhenti dan ingin hidupnya menjadi lebih baik dan bisa sukses seperti orang lain……..(maksud orang lain bisa..SAYA, ahh…masih jauh….  ANDA atau SIAPA saja yang terimajinasi didalam firikiran sahabat saya ini??. fikirku)..memang sangat relatif utk menguraikan arti SUKSES-nya seseorang bukan?..
Sukses, apakah yang dimaksud..Kekayaan, kebahagiaan, ketenangan hidup, keberhasilan usaha dan karir atau jabatan dengan gaji tinggi……keluarga bahagia….popularitas, strata sosial atau hal lain??
karena sampai dgn saat ini pun masih kuanggap, orang lain masih lebih beruntung. atau sukses..haha….itulah keadaannya……satu sama lain jadi saling tunjuk….sangat relatif jadinya….
:: KESULITAN untuk KEMUDAHAN
Dalam Manajemen, boleh kita belajar dari Steve Jobs, CEO Apple Inc., yang memiliki kekayaan US $5,4 M atau setara dgn Rp. 54 Triliun (2008-Forbes)…seettt dah……gimana nyimpennya tuh duit…..
Kata Steve Jobs….”My Job is to Not be Easy on people, My Job is to make them Better” bukan targetnya untuk membuat orang-orang menjadi mudah, tetapi terpenting adalah membuat sekitarnya menjadi lebih baik….Sistem yang dibuat tidak selalu mudah, karena dgn  segala kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, justru akan membuat produknya  menjadi lebih baik untuk pengguna….  
Begitu kira-kira ya arti bebasnya…..dan saya yakin anda lebih tahu tentang Manajerial…. 
Saran saya, baca juga perjalanan Steve Jobs, ….yang sebelumnya pernah bekerja di Apple dan keluar……..krn sangat idealis, memegang prinsip kuat dan perjalanan spiritualnya hingga ke India….dan kembali menjadi CEO di Apple.

Kenapa kita harus diuji? dan apakah dgn tidak ada Ujian, hidup kita menjadi lebih berkualitas?? Bukankah Kesulitan adalah jalan menuju Kemudahan??….
Dari cerita diatas….Kita harus percaya….atau “Beriman” istilah dalam agama….Jadi ustadz dulu nih……..terutama bagi anda yang Muslim…”Sementara itu, orang-orang yang beriman, mereka tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Mereka yakin dengan janji Allah bahwa pada setiap kesulitan itu diapit oleh kemudahan. (QS. Alam Nasyrah  : 6)……Tuhhh…Masih gak yakin???
Terlalu cepat nih artikel menyimpulkan……tapi….inilah yang sempat kutumpahkan,semoga bisa mengambil hikmahnya walau singkat…mohon maaf sebelunya ya…


Salam,
Hendrawan

Susahnya Mengatur Waktu….emang sih!!

Boss-ku pernah bilang, Saking banyaknya kita mengerjakan dan mengendalikan yg lain, jangan sampai kita sudah mengerjakan semua hal kecuali pekerjaan kita sendiri….nah lho…..bener juga..

pesan boss-ku diatas, jelas mau menunjukkan, kecenderungan kita yang selalu memperhatikan permasalahan/pekerjaan orang lain, sementara pekerjaan kita malah tidak/belum tuntas…

Saya coba berfikir positif, ini merupakan lecutan utk kita lebih produktif dan menentukan hal yang prioritas, karena kesuksesan salah satunya ditentukan oleh management waktu yang baik, hehe….bener gak sih?
tapi…hal ini akan diuji manakala, keadaan memaksa kita menjadi tidak sanggup lg mengatur waktu…barangkali karena order/pesanan kerjaan yang mengalir nyaris tiada henti..

rehat sejenak…sandarkan diri anda…tutup mata….segarkan ingatan kita…

kadang perlu juga otak ini istirahat iya kan?
masih ingat bagaimana para tokoh2 sekaliber Bill Gate, Soichiro Honda dll…mengajarkan sesuatu hal….pribadi sukses adalah pribadi yang dapat menyeimbangkan kehidupannya untuk keluarga, kerja dan sosial.

Dan itu karena mereka sudah pada tahapan WISE yang luar biasa, hehe…saya menyebutnya begitu…krn memang ternyata, sangat perlu seorang Leader memiliki jiwa “wise” ini.

Ironis sekali ketika seorang pemimpin dikatakan sukses tapi tidak sanggup meluangkan waktunya untuk keluarga dan sosial, bahkan lupa waktu?? atau malah berhasil mendelegasikan semua pekerjaannya, tanpa melihat load kerja bawahannya….

Banyak teori lahir dari para ahli….contoh, pemimpin level 5-nya versi Jim Collins, …Stephen R Covey, dgn 8th habbit-nya…VOICE, kembalikan segala sesuatu kedalam suara hati kita…getaran (suara) hati selalu membisikkan hal2 yang universal dan pasti baik…

::Who Am I::

Ada nasihat bagus agar kita dapat lebih baik memanaje waktu,…
perlu rasanya sejenak bertanya, Siapa saya? Mengapa saya ada? Apa keunggulan/kelebihan yang saya miliki? Untuk siapa saya bekerja? Apa hasil/produk dari pekerjaan saya? Di mana saya mengerjakannya?..
ini pernah saya lakukan pada saat melaksanakan training Dale Carnegie, dan saya harus mengisi Form “WHO AM I”…

Efeknya lumayan efektif (walaupun gak efektif2 banget…namanya juga latihan), tetapi tidak cukup sampai disitu, krn ternyata latihan sebenarnya adalah ketika kita dihadapkan pada realitas kehidupan kita..baik dalam pekerjaan kantor, rumah dalam hal ini keluarga dan sosial tentu saja, ini diperlukan agar kita lebih mengenal diri sendiri, yang kadang kita melupakan kekuatan yang sudah kita memiliki, dan sering muncul rasa pesimis….,padahal yang kita perlukan adalah rasa optimis..
tetapi sekali lagi, ini perlu dilatih!!

::TIPS::
walaupun tidak begitu baik…tapi perlu dipertimbangkan beberapa tips dalam mengatur waktu agar lebih efektif :

1. Perhatikan kapan waktu luang yang dimiliki.
Waktu luang yang dimaksud adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktivitas, baik dalam bekerja,sekolah, kuliah dan kegiatan lainnya.

2. Perhatikan kondisi kita yang paling fit untuk mengerjakan sesuatu, misal dimalam hari atau dini hari.

3.Buatlah jadwal untuk mengatur waktu dan akitivitas yang akan dilakukan. Baca buku, mengerjakan pekerjaan kantor, walaupun saran saya…selesaikan pekerjaan kantor sebelum anda pulang, krn begitu sampai ke rumah, waktu anda adalah utk keluarga…

4. Timbulkan motivasi, Goal atau target dari yang anda kerjakan, buat suasana senyaman mungkin… tempat, dgn siapa anda bekerja…diskusi dll.
5.Sempatkan olahraga, walaupun hanya sekedar jogging, atau ikut aerobik di di lapangan umum untuk olahraga, ataupun waktu khusus sesuai hobby…
6.Evaluasi, apa yg telah anda kerjakan…walaupun hanya sebentar, ini diperlukan sbg introspeksi, cobalah berfikir menjadi orang lain, atau “out of the box” untuk mencari alternatif yang lebih kreatif dan orisinil.

7. Berfikirlah positif, bahwa pekerjaan atau tugas sekecil apapun yang anda kerjakan, adalah untuk kebaikan umat…yang dimulai dari kebaikan masa depan diri anda, keluarga anda, perusahaan anda, bangsa….dan Ummat Manusia…

8. Hiburlah, dengan caramu sendiri…
walaupun dengan waktu singkat…tp itu akan membantu anda. Aku sih kadang dengarkan musik, isi FB, apapun yg ada di fikiran kamu yang membuat “mampet” fikiran, tumpahkan saja!!…entah dalam blog seperti yang kuperbuat ini..atau hanya sekedar corat-coret dalam lembar kertas…
9. Terakhir adalah berserah diri…dengan usaha maksimal anda, serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa, yang memiliki hidup dan kehidupan ini….tanpa bimbingan dan kuasanya, tidak berati hidup kita ini…bukan begitu?

Begitu bro…walaupun agak carut marut, semoga bisa membantu, boleh tambahkan bila ada yg kurang, atau kritisi bila ada yg salah..sekali lagi…ini adalah coretan dalam kertasku yang aku tumpahkan dalam bentuk blog..

Keep Spirit!! semoga anda menjadi pribadi yang lebih baik dari pribadi anda yang kemaren, dan esok lebih baik…
Salam,
H1