>Lingkar Pengaruh sebagai "VALUE AMBASSADOR"

>

“Pagi yg indah, dgn niat yg indah……menata raga utk hidup, pikiran utk selalu belajar, hati yg mencintai ‘n dicintai…. n semangat memberikan yg terbaik…… Keep Smile!! :)”

Terinspirasi dari pelatihan “The 7 Habits of Highly Effective People”-nya Stephen Covey yang saya ikuti….

Diri kita seharusnya dituntut untuk menjadi Agen Perubahan, baik untuk dirinya sendiri, Keluarga dan tentunya untuk kebaikan Linkungannya……kenapa?

Alur dalam kehidupan ini, bila kita menyadarinya…akan selalu ada 3 Konstanta (hal) yang Pasti, yaitu : Kita akan selalu memngalami yang namanya “Perubahan(Change)” bagaimana perubahan itu dilalui dan dihadapi, tergantung dari apa yang kita percayai dan pedomani sebagai “Prinsip Dasar (Principle)”…..dan dengan pedoman yang anda yakini itu, akan selalu ada tantangan dan Respon terhadap kita, hingga kita akan menjatuhkan/memutuskan suatu “Pilihan (Choice)”
Jadi dalam Hidup ada tiga konstanta…… CHANGE, PRINCIPLE dan CHOICE.

dari ketiga Kontanta itulah….akan Membentuk “Nilai-Nilai yang anda yakini sebagai (Value)” yang diterjemahkan menjadi “Perilaku (Behaviour)” kita,  untuk berikutnya… anda akan menjadi cara anda berperilaku…..

Pohon yang Tinggi dan Kuat adalah tergantung dari AKAR yang Kuat, yang menjalar dan mencengkeram kedalam Bumi….karena itulah KEKUATAN, menjadi dasar dari Tinggi dan Kuatnya POHON itu dapat berdiri…

Kata Stephen Covey….

Terpenting adalah Bagaimana kita dapat menanamkan NILAI (VALUE) dan PERILAKU (BEHAVIOUR) yang POSITIF pada diri kita dan ditularkan kepada orang lain……untuk dijadikan BEKAL dalam memilih Keputusannya KELAK….dalam Kehidupan ini….

Nilai-nilai (VALUE) yang dimaksud misalnya Kejujuran, Kepedulian, Transparansi, Kerjasama, Disiplin, Peduli, Tanggung jawab dll, yang merupakan nilai-nilai hakiki yang universal.
Bila setiap orang memegang teguh nilai-nilai ini…pasti tdk ada yang Namanya Pemerintahan yang tidak memikirkan rakyatnya, Peperangan, Perseteruan-perseteruan antar komunitas, Rasa Egois berlebihan…saling tuduh…Pembajakan atau Plagiat (pelanggaran hak Intelegen/hak cipta) karena dengan nilai kejujuran misalnya, akan merasa malu bila mengambil hak orang lain kemudian diakui sebagai karya sendiri, ….tentu tidak akan ada Korupsi, tentu tidak akan ada hal yang merugikan orang lain……….karena Nilai-nilai yang melekat itu akan menjadi pedoman….dengan membisikkan Suara Hati-nya….

Itulah misi terpenting seorang CHANGE AGENT (Agen Perubahan) atau sebagai VALUE AMBASSADOR (Duta Penular Nilai-Nilai Positif) untuk menularkan pengaruhnya.

Sebagai Value Ambassador, diperlukan 4 Dimensi Motivasi, yaitu :

4 Dimensi Motivasi
BODY (Fisik) : Kebutuhan untuk Hidup

MIND (Pikiran) : Kebutuhan untuk terus Belajar/menjadi lebih baik

HEART (Hati) untuk selalu Mencintai dan dicintai, serta

SOUL (Jiwa), yang menjadi SPIRIT atau Semangat memberikan yang tebaik (mewariskan) untuk Generasi Berikutnya.
Dalam bahasa yang mudah, dapat diterjemahkan menjadi RAGA, RASIO, RASA dan RUH….lebih mudah kan?

Ke-empat dimensi diatas dapat digambarkan seperti pada Gambar dikanan ini. (Gbr. 4 Dimensi Motivasi)

Bagaimana CHANGE AGENT atau VALUE AMBASSADOR itu bekerja?

Untuk memudahkah mari kita lihat Alur disebelah dibawah ini… (Gbr. Alur Value Ambassador).



Alur Value Ambassador



diperlukan SYARAT sebagai Value Ambassador, yaitu selain Pengalaman, diperlukan :

– Karakter (Nilai-Nilai diatas)

– Kompetensi

– Komunikasi

dan sebelum untuk orang lain, HARUS dimulai dari DIRI SENDIRI.

TUJUAN yang ingin dicapai adalah HARUS dengan misi Membuat/Membantu orang lain mejadi lebih baik, lebih percaya diri dan memeberikan manfaat

JANGAN DILAKUKAN, sebagai Value Ambassador seperti, MELABEL apalagi Menghukum orang lain. Mis. “Saya rasa, anda sangat Cemas dengan hal ini” atau “Walaupun anda Tidak Tahu tentang ini……” atau hal lain yang men-judge seseorang dengan konotasi Negatif.

Gunakan INTERAKSI dengan Metoda SANDWICH (ada Pembuka, Inti, dan Penutup), selalu dalam Komunikasi ada komponen :

Pembuka, Sampaikan Potensi, Kekuatan atau perilaku KUNCI yang sudah baik yang dimiliki lawan bicara untuk membuat mereka dapat lebih percaya diri.

Inti, sampaikan Harapan yang perlu dicapai, dan tindakan yang diperlukan agar Hal yang kurang itu menjadi lebih baik lagi, dengan WIN-WIN, Memberikan Contoh, dan EMPATY

Penutup, Berikan Selalu Motivasi..untuk mendorong Potensi dari orang lain.

Selanjutnya FEEDBACK, sebagai bentuk introspeksi, dengan tetap memperhatikan Pola-pola posisitf diatas.

Pola yang dijarkan Covey diatas, dapat saja diterjemahkan kedalam Prinsip EQ (Emotional Quotient), IQ (Intelegent Quotient), PQ (Physical Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) seperti gambar di kanan ini.
Dan dengan dilengkapi Spiritual Quotient ini, seseorang akan semakin lengkap memenuhi Segala Kecerdasan yang didasarinya, karena segala Pikiran, Tindakan, dan Perbuatan atau akan selalu didasarkan akan pertanggungjawaban terhadap sesama dan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta. 
Ingat, karena segala sesuatu tergantung dari apa Misi kita….atau Niat, atau istilah kerennya “Contribution Statement”
hehe…

Penyesalan seorang “Albert Einstein” bukan karena dia menemukan Teori Atom, tetapi yang dia takutkan adalah Penggunaan ilmu ini bukan untuk kemaslahatan manusia, tetapi justru menimbulkan kerusakan bagi Manusia….itulah kenapa ketika Nagasaki dan Horoshima dihajar Bom…..dia Menangis… 

DAN…
Bila anda seorang Muslim, sudah seharusnya kita dapat menggunakan segala Akal dan Pikiran kita untuk Kebaikan, sebagai tanda syukur kita atas nikmat yang diberikan…karena masih sedikit yang dapat mempraktekkannya……seperti dalam ayat berikut :

Kemudian Dia (Allah) menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuhnya RohNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi kamu sedikit bersyukur. Al Qur’an 32 As-Sajdah : 9


Demikian sekedar wawasan untuk kita…bukan untuk menggurui, tapi sekedar berbagi saja….siapa tahu bermanfaat….

Salam,

Hendrawan

>KESULITAN demi KUALITAS yang lebih baik

>

“My Job is to Not be Easy on people, My Job is to make them Better” – Steve Jobs
:: DUA KUPU-KUPU
Dalam satu eksperimen……saat-saat fase atau tahapan pembentukan dua kupu-kupu yang berbeda… sama-sama  berasal dari ulat lalu Kepompong… pada tahapan akhir akan menjadi Kupu-kupu…. dilakukan pada dua kupu-kupu berbeda…..
Calon kupu-kupu pertama, pada saat pembukaan Kepompong untuk mejadi Kupu-kupu, dilaluinya melalui perjuangan, dibiarkan oleh peneliti untuk berjuang sendiri menghadapi kesulitan dalam membuka kepompongnya sebelumnya menjadi kupu-kupu…. tahapan merobek, membuka dan melepas balutan kepompong itu dilaluinya sendiri sehingga dia berhasil keluar secara alami……
Calon kupu-kupu kedua, pada saat pembukaan kepompong dan akan menjadi Kupu-kupu, peneliti membantu merobek dan membukakan jalan keluarnya, hingga begitu mudah dia keluar…….
Dan apa yang terjadi??
Kupu-kupu pertama, menjadi Kupu-kupu besar yang indah…sayap yang lebar berwarna…dan perlahan terbang dengan  ceria….cieeeee….
Kupu-kupu kedua, tetap menjadi kupu-kupu, namun lahir dengan sayap yang lebih pendek kurang mengembang….warna kurang menyala….dan…tidak bisa terbang!!
::MERASA GAGAL
Seorang teman, yang sempat curhat, merasa banyak cobaan dan ujian yang dilaluinya, tdk pernah berhenti dan ingin hidupnya menjadi lebih baik dan bisa sukses seperti orang lain……..(maksud orang lain bisa..SAYA, ahh…masih jauh….  ANDA atau SIAPA saja yang terimajinasi didalam firikiran sahabat saya ini??. fikirku)..memang sangat relatif utk menguraikan arti SUKSES-nya seseorang bukan?..
Sukses, apakah yang dimaksud..Kekayaan, kebahagiaan, ketenangan hidup, keberhasilan usaha dan karir atau jabatan dengan gaji tinggi……keluarga bahagia….popularitas, strata sosial atau hal lain??
karena sampai dgn saat ini pun masih kuanggap, orang lain masih lebih beruntung. atau sukses..haha….itulah keadaannya……satu sama lain jadi saling tunjuk….sangat relatif jadinya….
:: KESULITAN untuk KEMUDAHAN
Dalam Manajemen, boleh kita belajar dari Steve Jobs, CEO Apple Inc., yang memiliki kekayaan US $5,4 M atau setara dgn Rp. 54 Triliun (2008-Forbes)…seettt dah……gimana nyimpennya tuh duit…..
Kata Steve Jobs….”My Job is to Not be Easy on people, My Job is to make them Better” bukan targetnya untuk membuat orang-orang menjadi mudah, tetapi terpenting adalah membuat sekitarnya menjadi lebih baik….Sistem yang dibuat tidak selalu mudah, karena dgn  segala kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, justru akan membuat produknya  menjadi lebih baik untuk pengguna….  
Begitu kira-kira ya arti bebasnya…..dan saya yakin anda lebih tahu tentang Manajerial…. 
Saran saya, baca juga perjalanan Steve Jobs, ….yang sebelumnya pernah bekerja di Apple dan keluar……..krn sangat idealis, memegang prinsip kuat dan perjalanan spiritualnya hingga ke India….dan kembali menjadi CEO di Apple.

Kenapa kita harus diuji? dan apakah dgn tidak ada Ujian, hidup kita menjadi lebih berkualitas?? Bukankah Kesulitan adalah jalan menuju Kemudahan??….
Dari cerita diatas….Kita harus percaya….atau “Beriman” istilah dalam agama….Jadi ustadz dulu nih……..terutama bagi anda yang Muslim…”Sementara itu, orang-orang yang beriman, mereka tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Mereka yakin dengan janji Allah bahwa pada setiap kesulitan itu diapit oleh kemudahan. (QS. Alam Nasyrah  : 6)……Tuhhh…Masih gak yakin???
Terlalu cepat nih artikel menyimpulkan……tapi….inilah yang sempat kutumpahkan,semoga bisa mengambil hikmahnya walau singkat…mohon maaf sebelunya ya…


Salam,
Hendrawan

Sebuah Negara/Daerah, Cermin Kualitas seorang Kepala Negara/Daerah (Part1)

Kunjungan di beberapa lokasi/negara, kadang membuatku takjub sekaligus salut kepada para penyelenggara negara tersebut…

bagaimana tidak? hal yang didambakan seorang warga negara terwujud justru tidak di negara sendiri, betapa mirisnya…. kaciaan deh…
katakanlah, sarana publik yg tersedia untuk rakyatnya, tersedia banyak alternatif, murah dan nyaman seperti moda transportasi (Bus, Sub way, KA yg tdk terhambat jalan, taksi dlsb) …tertata dgn rapih, keamanan para wisatawan, warga negara terjamin….

sebut saja, Singapore atau Korea…. sarana publik demikian baiknya, …China, yang kata orang negara Sosialis Komunis, yang dulu ditakuti…ketika segera membuka diri dan…kemajuan pesat 10 thn terakhir ini sangat terlihat bedanya….

Untuk Indonesia, ada benarnya, ketika Gus Dur pernah bilang, klu kita ingin maju lebih baik lagi…rasanya Indonesia harus dijajah kembali oleh Inggris, dan Merdeka,…mungkin Indonesia akan menjadi lebih baik lagi…hehe….guyonan yang menyindir, tapi tepat sasaran menurut saya…

tapi, mari kita membahas sejenak hal ini….
Terlintas dalam fikiran saya, ketika menyaksikan kemajuan di negara yang disinggahi….adalah Profile Pemimpin bangsanya…. sebagai wisatawan saja, merasa salut…dan tentu saja betapa kagumnya, bagaiamana para pemimpin negara itu mengemban amanah…terlepas dari bgm sebenarnya mereka memimpin…tapi dari manfaat yang dirasakan warganya, jelas terasa…

Tidak banyak saya keliling Negara-negara lain…
tapi beberapa negara yang kukunjungi, ditambah pengetahuan ketika Kuliah Pasca tentang Globalisasi dengan mendatangkan beberapa dosen tamu yang pernah hidup/tinggal, mengajar dan sekolah serta dengan pengalaman di seluruh dunia, rasanya sudah cukup untuk menggambarkan itu semua….

Lalu parameter apa saja, berdasar teori…seorang penyelenggara negara dianggap sukses??
Kesadaran yang sama, muncul juga dari seorang warga, tercermin juga dalam blognya reza yang melihat dari perspektif lain, yaitu kenegarawanan seorang pemimpin negara diperlukan baik utk kemajuan dalam hal pendidikan, ekonomi, militer dan politik.

Cukup menggembirakan ketika ada seorang walikota punya cukup kesadaran untuk ini, katakanlah seorang walikota di Malang, menyampaikan hal berikut “Kemakmuran masyarakat dan terciptanya sarana publik adalah sesuatu yang mesti integral dengan kebangkitan sebuah daerah. Saya yakin, apabila masyarakat Tumapel pada saat itu stabil ekonominya apalagi sudah lepas dari pemerasan Akuwu Tunggul Ametung. Daerah yang aman dari gangguan asing, lebih besar peluang untuk maju dan meningkatkan kesejahteraannya”…

Tentu saja kita berharap hal ini bisa terwujud di lokasi-lokasi lain. Contoh lain, sebagai warga Jawa Barat, cukup bangga ketika Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, pernah menyampaikan Visinya bahwa Jabar akan menjadi Provinsi termaju dengan infrastruktur terpadu, dalam 15 thn mendatang, dengan uraian Aksinya yg cukup terukur…. walaupun saya anggap, dengan kondisi jabar (kebutuhan Masyarakat dan urgensinya) saat ini, mestinya visi diatas bisa lebih cepat dari itu atau lebih banyak lagi menggerakkan sektor lain….tapi “cukup baik” daripada tidak memiliki visi….karena permasalahan “warisan” sebelumnya memang cukup pelik, dan semoga dapat memberikan spirit untuk menggerakkan daerah2 di bawahnya terutama para walikota dan kepala daerahnya….

Katakanlah, Kota Bandung sebagai pusat Provinsi Jabar, sudah cukup memiliki simbol yg dapat menarik wisatawan, katakan saja Gedung sate yang unik, jembatan Pasupati yang mirip Jembatan Erasmusburg di negeri Belanda dll.
Bagaimana dengan Provinsi lain? semoga juga memiliki spirit yg sama bahkan dapat lebih baik lagi untuk mengenal potensi dan kebutuhan daerahnya…
Perhatian saya tentang ini masih jauh dari sempurna, paling tidak inilah sumbangan pemikiran dari seorang warga yang ingin negaranya maju…
Lalau sebenarnya apa yg diperlukan dalam mencapai taraf kemajuan suatu negara/daerah utk mengejar globalisasi ini?
akan kita bahas pada artikel lanjutan…

Hendrawan
Pemerhati Leadership Kota/Provinsi…

Masalah Umum Blackberry

Sejak punya Blackberry, bulan Agsutus 2009, terasa nyaman menggunakan ini, bgmn tidak? …hampir setiap masalah komunikasi baik di kantor, rumah, bersosialisasi dgn temen2 melaui FB, YM dll bisa teratasi.. BB saya pake Bold 9000

tapi seiring penggunaannya, ada beberapa maslah, karena penggunaan ini, email gak fungsilah, notifikasi gak muncul dll… berikut masalah yg pernah saya hadapi, dan solusinya, hasil surfing…klu ada masalah saja sih…

beberapa kendala dalam mengoperasikannya…yang pernah saya alami

1. Notifikasi Email/Facebook gak muncul

kelabakan juga pas email gak muncul, kehilangan informasi nih…

caranya :
Sekedar pemberitahuan, kenapa bisa sampai terjadi kejadian Notifications Facebook Untuk Blackberry Tidak Muncul seperti ini bisa dikarenakan dua hal :

1. Karena Lama tidak melakukan Send service book, fungsi dari sent service book itu sendiri untuk mengkonfirmasi kepemilikan email terhadap perangkat blackberrynyaa…Untuk mengatasi hal ini ada 2 cara :
a.Masuk ke emaill seting, trus login, trus help, trus pilih send service book ( klo lewat BB nya)
b.Pake kompu, login di http://www.tekomsel.blackberry.com/, trus masuk help, trus pilih/klik send servicebook nya

2. Karena Inbox email kita kepenuhan, sebenernya alasan ini cuman buat jaga jaga aja, tapi gak menutup kemungkinan inbox yang kebanyakan hingga nyaris 10ribuan bikin email kamu mengalami gangguan ato trouble..jadi jangan lupa minimal 1 bulan sekali email yang dipake untuk account facebooknya di deletin ya inboxnyaaa

Sumber :
http://pampamcuap.blogspot.com/2009/10/mengatasi-notifications-facebook-untuk.html

2. Delete Recycle bin di BB

kalau sudah banyak pengunaan BB ini, memory biasanya penuh, dan efeknya jadi lambat…karena mungkin saya kurang perhatian untuk me-maintenance aplikasi, kya mendelete rutin email dll.

saya surf aja, eh ini dia solusinya..

Untuk Delete Mail dari Folder:
Masuk Messages -> Options -> Email Reconciliation -> click Menu and select Purge Deleted Items ->
nanti akan ada permintaan untuk mendelete email sesuai pilihan email yg sudah di setting BB anda, pilih aja salah satu klik yes

ada lagi cara lain (sorry pake narasi aslinya nih..):

From your home screen
go to Profiles -> scroll down to Advanced -> highlight the active profile and click menu button and select Edit -> select your Message (desktop, yahoo, gmail etc.)/SMS and hit the trackball ->

sumber:
http://supportforums.blackberry.com/t5/BlackBerry-Pearl-BlackBerry-8100/Recycle-bin-or-Delete-folder-on-BB-8100/m-p/42962;jsessionid=2B002064DCDCA4F69664467E6AAE0D75#M4606

salam,
Hendrawan

Susahnya Mengatur Waktu….emang sih!!

Boss-ku pernah bilang, Saking banyaknya kita mengerjakan dan mengendalikan yg lain, jangan sampai kita sudah mengerjakan semua hal kecuali pekerjaan kita sendiri….nah lho…..bener juga..

pesan boss-ku diatas, jelas mau menunjukkan, kecenderungan kita yang selalu memperhatikan permasalahan/pekerjaan orang lain, sementara pekerjaan kita malah tidak/belum tuntas…

Saya coba berfikir positif, ini merupakan lecutan utk kita lebih produktif dan menentukan hal yang prioritas, karena kesuksesan salah satunya ditentukan oleh management waktu yang baik, hehe….bener gak sih?
tapi…hal ini akan diuji manakala, keadaan memaksa kita menjadi tidak sanggup lg mengatur waktu…barangkali karena order/pesanan kerjaan yang mengalir nyaris tiada henti..

rehat sejenak…sandarkan diri anda…tutup mata….segarkan ingatan kita…

kadang perlu juga otak ini istirahat iya kan?
masih ingat bagaimana para tokoh2 sekaliber Bill Gate, Soichiro Honda dll…mengajarkan sesuatu hal….pribadi sukses adalah pribadi yang dapat menyeimbangkan kehidupannya untuk keluarga, kerja dan sosial.

Dan itu karena mereka sudah pada tahapan WISE yang luar biasa, hehe…saya menyebutnya begitu…krn memang ternyata, sangat perlu seorang Leader memiliki jiwa “wise” ini.

Ironis sekali ketika seorang pemimpin dikatakan sukses tapi tidak sanggup meluangkan waktunya untuk keluarga dan sosial, bahkan lupa waktu?? atau malah berhasil mendelegasikan semua pekerjaannya, tanpa melihat load kerja bawahannya….

Banyak teori lahir dari para ahli….contoh, pemimpin level 5-nya versi Jim Collins, …Stephen R Covey, dgn 8th habbit-nya…VOICE, kembalikan segala sesuatu kedalam suara hati kita…getaran (suara) hati selalu membisikkan hal2 yang universal dan pasti baik…

::Who Am I::

Ada nasihat bagus agar kita dapat lebih baik memanaje waktu,…
perlu rasanya sejenak bertanya, Siapa saya? Mengapa saya ada? Apa keunggulan/kelebihan yang saya miliki? Untuk siapa saya bekerja? Apa hasil/produk dari pekerjaan saya? Di mana saya mengerjakannya?..
ini pernah saya lakukan pada saat melaksanakan training Dale Carnegie, dan saya harus mengisi Form “WHO AM I”…

Efeknya lumayan efektif (walaupun gak efektif2 banget…namanya juga latihan), tetapi tidak cukup sampai disitu, krn ternyata latihan sebenarnya adalah ketika kita dihadapkan pada realitas kehidupan kita..baik dalam pekerjaan kantor, rumah dalam hal ini keluarga dan sosial tentu saja, ini diperlukan agar kita lebih mengenal diri sendiri, yang kadang kita melupakan kekuatan yang sudah kita memiliki, dan sering muncul rasa pesimis….,padahal yang kita perlukan adalah rasa optimis..
tetapi sekali lagi, ini perlu dilatih!!

::TIPS::
walaupun tidak begitu baik…tapi perlu dipertimbangkan beberapa tips dalam mengatur waktu agar lebih efektif :

1. Perhatikan kapan waktu luang yang dimiliki.
Waktu luang yang dimaksud adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktivitas, baik dalam bekerja,sekolah, kuliah dan kegiatan lainnya.

2. Perhatikan kondisi kita yang paling fit untuk mengerjakan sesuatu, misal dimalam hari atau dini hari.

3.Buatlah jadwal untuk mengatur waktu dan akitivitas yang akan dilakukan. Baca buku, mengerjakan pekerjaan kantor, walaupun saran saya…selesaikan pekerjaan kantor sebelum anda pulang, krn begitu sampai ke rumah, waktu anda adalah utk keluarga…

4. Timbulkan motivasi, Goal atau target dari yang anda kerjakan, buat suasana senyaman mungkin… tempat, dgn siapa anda bekerja…diskusi dll.
5.Sempatkan olahraga, walaupun hanya sekedar jogging, atau ikut aerobik di di lapangan umum untuk olahraga, ataupun waktu khusus sesuai hobby…
6.Evaluasi, apa yg telah anda kerjakan…walaupun hanya sebentar, ini diperlukan sbg introspeksi, cobalah berfikir menjadi orang lain, atau “out of the box” untuk mencari alternatif yang lebih kreatif dan orisinil.

7. Berfikirlah positif, bahwa pekerjaan atau tugas sekecil apapun yang anda kerjakan, adalah untuk kebaikan umat…yang dimulai dari kebaikan masa depan diri anda, keluarga anda, perusahaan anda, bangsa….dan Ummat Manusia…

8. Hiburlah, dengan caramu sendiri…
walaupun dengan waktu singkat…tp itu akan membantu anda. Aku sih kadang dengarkan musik, isi FB, apapun yg ada di fikiran kamu yang membuat “mampet” fikiran, tumpahkan saja!!…entah dalam blog seperti yang kuperbuat ini..atau hanya sekedar corat-coret dalam lembar kertas…
9. Terakhir adalah berserah diri…dengan usaha maksimal anda, serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa, yang memiliki hidup dan kehidupan ini….tanpa bimbingan dan kuasanya, tidak berati hidup kita ini…bukan begitu?

Begitu bro…walaupun agak carut marut, semoga bisa membantu, boleh tambahkan bila ada yg kurang, atau kritisi bila ada yg salah..sekali lagi…ini adalah coretan dalam kertasku yang aku tumpahkan dalam bentuk blog..

Keep Spirit!! semoga anda menjadi pribadi yang lebih baik dari pribadi anda yang kemaren, dan esok lebih baik…
Salam,
H1

>Berubah atau Punah adalah sebuah Pilihan

> Di Bandara Cengkareng, selagi menunggu Delay pesawat, saya baca Judul ini, di majalah Marketeers, ulasan dari Markplus, tidak saya baca dengan detail memang karena majalahnya masih dibaca penunggu lainnya. Cukup menarik, mengingat banyak Perusahan yang sudah sejak lama menggaungkan perubahan, masih ingat kan, Indonesia mengalami krisis moneter di Thn 1998 dan dilanjutkan dgn krisis ekonomi global satu tahun terakhir ini, adalah momen yang cukup menyadarkan akan perlunya atau “urgensi” dari suatu perubahan. Banyak perusahaan yang berguguran atau kolaps krn hal ini tapi tidak sedikit pula yang berhasil beradaptasi dan survive.

Berubah bukanlah hal penting, tapi Hal yang Terpenting, begitu kira-kira kesimpulan saya, terpikir begitu saja, kenapa? ….hukum alam saja mengajarkan kita akan perubahan, secara dramatis mulai dari Adam dan Hawa turun di dunia, hingga saat ini, dimana saya masih bisa menulis artikel ini, sudah banyak perubahan Radikal terjadi bukan?

“Change is The only evidence of life” ujar Evelyn Waugh, ada benarnya, Mulai kita dilahirkan sbg bayi yang bisanya hanya menangis hingga kita dewasa, dan tua kemudian akhirnya akan mati juga hmm….. satu bukti bahwa kita sedang terlibat dalam proses perubahan, sekaligus bukti adanya kehidupan….dan apa yang terjadi andaikan kita melawan irama kehidupan ini? ingat kata Michail GorbachevKita semua adalah Produk Waktu” karena…hari Esok akan berubah dengan sangat cepat….

Ketika Krisis Ekonomi Global mendera, Hampir tidak ada satupun Negara yang terkena imbas dari krisis ini, Amerika sebagai Negara adidaya saja terimbas besar oleh krisis ini dgn meningkatnya jumlah Pemutusan hubungan Kerja (PHK), di thn 2007 kehilangan 4,4 jt lapangan kerja dan di thn 2008 kehilangan 2,6 jt lapangan kerja bahkan pada akhir th 2008 ekonomi Amerika tumbuh negatif 6,1% (http://jurnal-ekonomi.org/2009) hal yang sama juga dialami negara lain, Inggeris, Jepang, Perancis dan Negara lainnya… apa dan bagaimana bentuk krisisnya, bila ingin memperdalam silahkan baca di Wikipedia, semua artikel, pengaruh, dan cara antisipasinya lengkap disini .
Ahh…agak melantur nih…. Terlalu mendunia kayanya nih….., tapi gak apa-apa….
Think Globally Act Locally, berpikir bisa mulai dari yang general dan Global tapi bertindaklah mulai dari Anda dan di sekitar anda (lokal) katanya….hehe..kita teruskan lagi ya..
Mengambil pilihan (perubahan) ini, perlu keberanian khusus serta keterampilan (baik secara personal maupun team) yang berbeda serta unik untuk berhasil. Perubahan arah bisnis harus dihadapi dengan pendekatan yang kreatif bukan malah dihindari atau dijadikan lawan. Dengan berubah tentunya dapat meneruskan estafet sustainability growth di dalam organisasi, so….mau pilih yang mana? Berubah dengan merealisasikan harapan atau punah ditelan waktu? Pilihan ada di tangan kita.
Masalah berikutnyanya adalah bagaimana mensikapi perubahan, tidak sedikit yang menyukai kondisi yang sudah ada karena takut akan perubahan (kelompok mapan), apalagi berhadapan dengan perubahan yg cukup radikal…dan itu sangat manusiawi memang, tapi ada yang menyukai perubahan…(anti kemapanan) bahkan cenderung menjadi agen perubahan. Tanpa disadari baik yang pro maupun kontra, semuanya sedang menjalani proses berubah secara alami, hanya perubahan berjalan biasa-biasa dan ada yang luar biasa.
Sebagai Agent of Change, baik dalam reorganisasi, akuisisi, merelokasi bisnis anda, atau memperkenalkan perubahan teknologi, hal yang tersulit adalah eksekusi, pada tahapan ini biasanya akan muncul Rasa Takut ……Kenapa? seiring dgn munculnya berbagai konflik dan masalah dalam perjalanannya………….yang harus diingat, ketika anda sudah sadar akan perlunya perubahan, bahkan persiapan matang, dan anda sudah lengkapi dengan Team, dgn segala strategi, konsep, rencana, bahkan dengan bantuan konsultan dll, tetapi ketika Eksekusi anda mengulur-ulur waktu, bahkan memperlambat ………. karena dipenuhi RasaTakut menjalankannya, …..walaupun tidak berakibat pada apapun…….…. maka, secara sengaja atau tidak disengaja Anda telah Mendzolimi Diri Anda, Orang sekitar anda, Organisasi Anda, Negara Anda……dan Masyarakat di Dunia… nah lhhooo… karena akibat tindakan anda akan menimbulkan Multiplier Effect.
Makanya hal terpenting/Kunci utama dari suksesnya perubahan adalah LEADERSHIP…dan dalam suatu perubahan ada factor X, dimana Kunci suksesnya perubahan adalah ANDA dan Sikap ANDA, krn hanya dengan kemampuan Leadership yang baik saja yang dapat melewati dan sukses dalam Perubahan.
Urutan suksesnya perubahan, Rhenald kasali dalam bukunya “Change”, Perubahan mestinya mengikuti filosofi Melihat, untuk percaya perlunya dilakukan perubahan, lalu Bergerak, untuk memulai perubahan dan mestinya Menghasilkan, dengan membuat pesta perubahan dan mengelola Harapan.
Banyak Teori cara lain, yang ada di jurnal2, tapi Saya ambil sedikit nasihat Liz Clarke dalam “The Essence of change”, bagaimana agar anda sukses menjadi agen perubahan, dan cukup Percaya diri (Pede) menghadapinya….lihat perubahan dimulai dari ANDA, karena seperti yang saya paparkan diatas, bahwa kunci suksesnya perubahan adalah ANDA. Liz carke cukup memberikan bekal dan Tools agar kita siap, menguraikan detail dan bahkan cara mengukurnya….so….terlepas dari itu semua …. sudah siapakah kita menjadi agen perubahan, Bagaimana dengan Anda?? jawabnya, Harus….!!!
Salam,
H1

Perubahan dimulai dari ANDA

Menarik penyampaian Liz Clarke dalam “The Essence of change”, ada beberapa Bab dari buku itu, tapi saya akan tampilkan satu Bab yang menurut saya menarik utk dipelajari bahkan dipraktekan, paling tidak untuk diri sendiri…..pada BAB ke 3 :

Perubahan dimulai dari ANDA.
::Sesuaikan atau Ubah Mind-set Anda, Ubah paradigma, amat luar biasa bila kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk mempertahankan “status quo”, krn satu-satunya tugas penting pemimpin dan manager profesional adalah membuat perubahan terjadi. Masih ingat Problema Sembilan Titik?, banyak cara berpikir kreatif untuk membimbing anda, misalnya Lateral Thinking-nya Edward de Bono atau dalam Lateral Marketing: New Techniques for Finding Breakthrough Ideas oleh Philip Kotler, Fernando Trias de Bes, lengkap filenya saya link-kan, bersama teman-teman sekerja saya, kedua buah buku ini dibedah sampai habis…..dan saya salut dengan cara rekan2 saya menyampaikan dan mengeksplorasinya, tentu saja dengan cara yang menarik sehingga kita semua jadi paham bagaimana cara berpikir Lateral.
::Percayalah Perubahan akan mengubah Anda, Kunci kekuatan emosional dalam menangani perubahan adalah tidak takut pada kegagalan. Bahakan Tom Watson pendiri IBM bilang “Cara untuk sukses adalah melipatgandakan tingkat kegagalan anda”. Karena dengan apapun yang terjadi perubahan akan mengubah Anda.
::Percayalah bahwa Anda dapat Berbeda, bahkan ada pepatah, bila cukup banyak orang yang berkata bahwa perubahan yang anda inginkan itu tidak masuk akal, berarti anda pada jalan yang benar…..Dr. Marshal Sashkin dalam bukunya “Visionary Leadership”, pemimpin yang efektif bercirikan suatu factor yang ia sebut “bottom-line leadership” yaitu keyakinan bahwa anda dapat membuat suatu perbedaan. Perilaku ini datang dari memiliki kepasitas diri bahwa anda dapat mempengaruhi nasib anda dan mempengaruhi orang , kejadian-kejadian dan pencapaian organisasi.
::Paradoks Perubahan pribadi Anda, Orang yang seharusnya memiliki kuasa paling besar untuk mengendalikan adalah Anda sendiri, tapi orang yang paling keras untuk diubah adalah justru diri anda sendiri, hmm….. paradox bukan???. Coba saja, Buat satu pertanyaan, tampilkan List jawabannya secara bebas,… Bagi saya, untuk berubah menunggu……(isi titik-titk ini).
jawabannya bisa menunggu inspirasi, menunggu waktu yang tepat dll….
So…klu diteruskan jawabannya akan semakin banyak….nah itulah hambatan Anda saat ini…betul?

Pada session tertentu, saya pernah mempraktekkan Paradoxial Leadership ini pada Team Kami, tentu saja dengan visualisasi yang dapat membuat mereka tersentuh, dan hasilnya diluar dugaan, nyaris tak terduga, prinsip Membekukan dgn cara mencairkan, mempersatukan dgn memberi konflik, adalah hal paradox, seperti halnya menyikapi indahnya siang dan malam….paradox memang….dan saya masih harus banyak belajar lagi……

::Biarkan pergi, Perubahan hanya dapat dimulai bila satu hal diakhiri dan hal baru harus segera dimulai. Amat berbahaya rasanya bila membiarkan pergi pijakan lalu berayun di tebing yang lain, sama dengan senam juga, anda lepaskan pegangan tali sebelum anda bergerak. Setiap kali seorang mencoba membiarkan pergi kebiasaan yg menyenangkan dan paling diinginkan, selalu ada kendala untuk melepaskannya. Tapi…..inilah petunjuk suatu perubahan, Anda harus membiarkan yang lama pergi!.

::Manajemen transisi Pribadi, sebelum melihat transformasi dalam organisasi, perlu kita cek diri sendiri, apakah sukar mencapai perubahan diri sendiri?

Tidak sulit utk menjawab “saya suka perubahan” tapi akan kesulitan pada realisasi, krn keraguannya, maka perlu dibuat mekanisme pendukung untuk memanajemeni proses transisi. Memanajemeni orang dgn efektif diperlukan pengenalan pribadi, misalnya bukan melihat orang secara ekonomi sebagai bagian dari unit produksi, tetapi bagaimana melihatnya sebagai manusia seutuhnya. Ini merupakan cara utnuk mencegah tekanan dari bawah, maka diperlukan mengenal orang lain dengan “mengenali diri sendiri”. Ada beberapa cara yang diuraikan Liz Clarke dalam bukunya ini dapat membantu.

::Dari “Meddler” ke “Strategist”: Gaya dalam mempengaruhi, perilaku dan hubungan anda dengan tim manajemen anda, merupakan suatu factor penentu dalam dalam memanaje perubahan dan menyadari potensi pertumbuhan bisnis. Clarke menggambarkan hal ini dalam bentuk matriks, Ada dua unsur kunci dalam ubungan ini, pertama, Sumbu Vertikal, waktu yang dihabiskan untuk kegiatan2 Rutin, Nilai Tinggi dan Rendah, Kedua, sumbu Horizontal, keahlian dan kualitas tim menajemen secara total, ditunjukkan dgn nilai tinggi berarti Mandiri, kemampuan kaliber tinggi, dan tim manajmen yang berpikir mendalam, dengan Nilai rendah berarti belum terlatih, baru, tidak punya keyakinan diri, dan tim yang sangat tergantung.

Akhirnya akan muncul empat tipe/Gaya dalam matriks, 1. HERO – Pahlawan, 2. ARTISAN – Tukang, 3. STRATEGIST – Perancang strategi, dan 4. MEDDLER – Si Usil. Keempat gaya diatas dapat diterapkan pada fase tertentu, apakah pada masa pertumbuhan, pelaksanaan dll. Dengan tools ini Bisa diukur Anda berada dimana!! tertarik?!
salam,
H1
note:
Referensi lain bisa anda dapatkan pada jurnal ini:
Strategic management or strategic Taylorism? A case study into change within a UK local authority Christopher Stoney The Management School, Imperial College, London, UK, 2001.

>Belajar dari Keunggulan Universitas Harvard

>Iseng-iseng baca jurnal bisnis lawas milik harvard, saking kagumnya sama analisisnya ……..ahh..kenapa gak nulis tentang harvard saja, walaupun gak pernah belajar di harvard hehe….akhirnya….

Siapa yang tdk kenal “Harvard University“, dan siapa yang tdk bangga bila anaknya dapat kuliah disini, termasuk orang AS sendiri, Universitas ini bukan hanya terkenal karena kemegahan Sarana dan prasarana yang dimilikinya, baik dalam mendukung proses belajar mengajar dalam perkuliahan, tapi juga sistem kurikulum, metoda belajar, kualitas pengajar dll, menjadi acuan perguruan tinggi di dunia. Sebagai contoh, Harvard business Review , yang merupakan kumpulan2 artikel dan jurnal2 Bisnis terkini, selalu dijadikan acuan oleh para pebisnis dan pendidikan di dunia dalam menganalisis setiap permasalahan kompleks namun diselesaikan dengan cara-cara yang cermat, dan hasil yang luar biasa.

Universitas Harvard yang berdasarkan sejarah berdirinya Universitas Harvard didirikan oleh seorang dermawan kelahiran Inggeris, John Harvard di Thn 1636, yang meninggal di thn 1638 dan meninggalkan perpustakaan dan rumahnya untuk institusi ini, diawal berdirinya dia hanya mempunyai Sembilan murid, dan Tujuh dari muridnya menjadi Presiden, hmmm….hebat kan?
Saya pernah nonton Film berjudul “Love Story in Harvard”, selain memang film drama ini bertema kisah percintaan mahasiswa Korea yang kuliah disana, namun latar belakang lingkungan Harvard jadi mewarnai cerita ini, menambah cerita menjadi lebih berbobot. Bagaimana perjalanan seorang mahasiswa dalam mencapai kesarjanaannya selalu dihadapkan pada kasus-kasus real dilapangan, jadi bukan melulu teori….wuih…bandingkan dgn kita yg melulu masalah teori…prosentasi perkuliahan di lapangan sangat kecil…

Seorang Mahasiswi kedokteran, pada semester2 tertentu langsung terjun di RS, dgn berbagai kasus penyakit yg ada di masyarakat dan mempelajarinya dengan bimbingan seorang Dosen yang juga dokter ahli di bidangnya, membuat analisis penyakit, tindakan emergency yang diperlukan, keakuratan dalam mengambil keputusan sangat membantu dalam tindakan menyelamatkan nyawa orang lain, dan setiap selesai dalam tindakan atau peluang tindakan, dilalui dgn diskusi cepat dan taktis oleh pembimbing dosennya….

Lain lagi cerita dari seorang Mahasiswa Hukum, bernama Jin Xian Yin (mahasiswa baru dalam cerita ini) ketika seorang mahasiswa baru masuk dalam perkuliahan. Dalam proses belajar mengajar dan diskusi, setiap si Jin ini angkat tangan mau menjawab, bila ada pertanyaan yang dilontarkan oleh sang profesor ahli hukum ini, si Jin tdk pernah ditunjuk utk menjawab, justru diserahkan pada yang lain, bahkan oleh rekan-rekannya juga dukucilkan, tdk pernah diajak dalam team/Regu diskusi.

Sampai suatu saat sang Profesor memberikan pertanyaan tentang keadilan dan saksi dalam suatu persidangan, si Jin memberanikan diri menjawab tanpa angkat tangan, katanya…….bahwa seorang tertuduh disaat lemah secara argument dan saksipun, tetap harus mendapat perlindungan, seperti halnya dalam kelas ini. Si Profesor bertanya balik, dgn mimik marah agar pembicaran dihentikan, namun si Jin tetap mengemukan Argumennya, krn sudah merasa dipinggirkan di kelasnya.

Kemudian professor bertanya, apa yg dimaksud dari ucapan mahasiswanya tadi?….si Jin Menjawab lagi : “ketika saya masuk ke Harvard semua dilakukan melalui tes ketat, dan saya berhak berada disini dan mendapat perlakuan yang sama dengan mahasiswa lain, sementara dia mendapat perlakuan berbeda, agar dia mengundurkan diri dari perkuliahaan ini, dan anda sbg dosen harus membuktikan bahwa saya tidak layak ada disini, saya akan tetap disini, dan melaporkan ke dewan universitas atas tindakan anda, dan akan saya pertahankan atas kelayakan saya disini”….
setelah melalui perdebatan panjang dgn sang Profesor, dan si Jin sanggup menjawabnya, akhirnya si Profesor tersenyum, ditambah dgn dengan tepuk tangan teman2nya….bahwa ternyata, maksud dari perdebatan tadi itu, sang professor mendidik seorang calon pengacara harus punya keberanian, mengambil resiko dan mempertahankan haknya….krn di dunia nyata, hal semu bisa saja terjadi, dan seorang pengacara harus sanggup memformulasikan dan pada akhirnya dapat membela orang lain.

Ditambah lagi kasus lain yang menyangkut dinamika permasalahan lebih nyata, kasus kedokteran dll, yang dilihat dari pandangan hukum, benar-benar dinamis,…. Itu adalah sekilas kehidupan di kampus nomor wahid, yang dilihat dari pandangan luar, dari sebuah film bisa benar bisa tidak…..dalam kenyataanya??? Saya kira tidak akan banyak berbeda dari itu, melihat kenyataan kulaitas lulusan ini…..

Tidak Heran bila Harvard selalu bertengger dalam peringkat perguruan tinggi dunia di situs webometrics misalnya, atau lihat ranking Perguruan Tinggi (PT) dunia di situs lainnya. Untuk ukuran Asia, lebih banyak dikuasai PT Jepang, China, singapura dan korea, bandingkan dgn peringkat 10 besar PT Indonesia di peringkat dunia (Gambar).

Top 10 Perguran tinggi di indonesia dan peringkat di Dunia
sumber: Webometric

Kenapa demikian?, barangkali, bukan hanya peran Pemerintah yang mendukung independensi system Pendidikan di PT ini lebih mumpuni di dibidangnya, tetapi juga yang lebih penting adalah system dan kurikulum PT itu sendiri dalam mencetak para mahasiswanya agar dapat diminati masyarakat, dunia kerja dll.
Sebagai bangsa Indoneisa, saya harus optimis, PT kita ini dapat mencapai taraf2 yang memiliki kemampuan seperti halnya PT bertaraf internasional, walaupun ada beberapa PT yang sudah mengarah kesana, terlebih utk pencapaian Gelar Master (strata 2 atau s3 doktor) ada yang sudah mengarah melibatkan dunia real krn kebanyakan mahasiswanya krn sudah bekerja………dan rasanya harus dimulai dari pengelolaan pendidikan dasar…..iya kan??, krn system pendidikan adalah pola yang harus berkelanjutan, mengingat SDM adalah asset jangka panjang, yang tdk bisa menuai hasil dalam sekejap…tetapi kualitas pendidikan saat ini akan menentukan maju mundurnya bangsa ini di 10, 20 dan 50, 100 thn kedepan…. Atau anda adalah lulusan Harvard atau lulusan PT di belahan dunia lainnya?, plizzz…….kasih komentar…..

salam.
H1

.

Tutorial: Make a Photo Frame in Photoshop

How do we do it? Well, there are a few steps to follow and a few things you should keep in mind. Such as…

1) Keep in mind what color(s) in a frame works best with the colors of the photograph/image. I feel that the frame helps people digest the photograph sometimes. If I have a very dark image, I might choose to have a black frame to help the mind transition from the background of the web page or wall to the image. But if the image doesn’t have pure blacks in it, a totally black frame will make the image look washed out. Alternatively, an all white frame will make a washed out image look a little better sometimes. So experiment.

2) Have an idea of what you want to accomplish. And remember that ideas are guidelines. If you can’t make your vision work exactly the way you envisioned it, try something else.

3) Making a frame will increase the file size of the image. So if you have a slow computer, resize the image to approximately the final output size, then make the frame. This is especially true with Photoshop CS.

OK, now on to the frames. My apologies to the dial-up members. This tutorial is graphics-intensive. I have tried to lower the image quality as far as possible in order to keep the file sizes low.

We will start with our original image we want to work on.

klik detail:
http://www.photos-of-the-year.com/articles/frame/

..